Update Korban Banjir Bandang Flores Timur: 86 Meninggal dan 71 Hilang

Kepala BNPB Doni Monardo bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini hingga Wakil Gubernur NTT Joseph Nae Soi, menggelar rapat koordinasi membahas penanganan banjir bandang di Flores Timur.
Berdasarkan data terbaru hingga Senin (5/4), malam, korban tewas kini mencapai 86 orang.
"Jadi data sementara korban meninggal dunia 86 jiwa," kata Risma.
Sementara Doni mengatakan korban hilang kini mencapai 71 orang. Proses pencarian masih terus dilakukan. Jadi masih dalam pencarian atau dicari itu 71 orang tentu merupakan satu angka yang besar," kata Doni.
Doni menegaskan, proses pencarian korban hilang menjadi prioritas utama. Namun tim evakuasi mengalami kendala karena cuaca buruk sehingga tidak bisa menuju ke lokasi.
"Langkah awal yamg dilakukan oleh tim di lapangan baik dari pemda dan pemerintah pusat adalah mencari jenazah kemudian merawat pasien luka," kata Doni.
"Kami dapat terima laporan tadi banyak korban patah tulang tadi kami sudah bahas di Adonara tidak ada rumah sakit, nanti akan kami evakuasi ke Lembata karena ada rumah sakit di sana," tutur Doni.
Banjir bandang di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4) dini hari, pukul 01.00 WIT.
BNPB menjelaskan, banjir bandang disebabkan oleh badai berkekuatan besar yang memicu cuaca buruk, yakni siklon tropis Seroja.
