Update Korban Bencana Sumatera: 753 Orang Meninggal, 526 Hilang
·waktu baca 2 menit

BNPB memperbarui jumlah korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Hingga Selasa (2/12) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal bertambah jadi 753 orang, sementara yang hilang menjadi 526 orang.
Sebelumnya per pukul 12.00 WIB, jumlah korban tewas 631 orang, sementara yang hilang 472 orang.
Berikut data selengkapnya update korban banjir bencana Sumatera, dikutip dari gis.bnpb.go.id:
Korban Meninggal: 753 jiwa
Korban Hilang: 526 jiwa
Korban Luka: 2.600 jiwa
Korban Terdampak: 3,3 juta jiwa
Warga Mengungsi: 1,2 juta jiwa
Fasilitas Rusak
Rumah Rusak Berat: 3.600 unit
Rumah Rusak Sedang: 2.100 unit
Rumah Rusak Ringan: 3.700 unit
Fasilitas Pendidikan Rusak: 323 unit
Jembatan Rusak: 344 unit
Pencarian Terus Dilakukan
Banjir, banjir bandang, dan longsor terjadi di tiga provinsi di Sumatera akibat cuaca ekstrem yang dipicu badai siklon Senyar, pada akhir November. Sejumlah kalangan menyebut, kerusakan lingkungan memperburuk efek bencana alam ini.
Sementara itu, Tim SAR masih terus melakukan pencarian korban. Saat ini wilayah-wilayah yang terisolasi sudah mulai terbuka dan bisa dilakukan pencarian korban. Anjing pelacak juga dikerahkan untuk membantu upaya pencarian korban.
“Karena kondisi korban, khususnya yang akibat bencana banjir lumpur, tentunya ini mengalami kesulitan tersendiri pada saat lumpur itu ketebalannya tersendiri, kemudian di dalamnya bercampur dengan kayu dan mulai lumpur ini mulai mengering. Sehingga kita membutuhkan salah satunya adalah (anjing) K9,” tutur Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12).
