Update Korban Bencana Sumatera: 995 Orang Meninggal, 226 Hilang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga berada di atas rumahnya yang rusak akibat banjir di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (11/12/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga berada di atas rumahnya yang rusak akibat banjir di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (11/12/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbaharui data terkait pada korban bencana Sumatera. Hingga 12 Desember 2025, total korban meninggal mencapai 995 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, ada tambahan 5 orang korban meninggal per hari ini. Mereka adalah korban yang baru ditemukan usai evakuasi besar-besaran dilakukan.

“Dari 990 jiwa meninggal dunia per kemarin 11 Desember, saat ini rekapitulasi kami menunjukkan angka 995 jiwa di 3 provinsi,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers, Jumat (12/12).

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Kota Sibolga, Selasa (2/12/2025). Foto: Polres Sibolga

Kelima jenazah yang berhasil dievakuasi ini ditemukan di Aceh 4 orang, dan satu orang lainnya di Sumatera Barat.

Selain itu, jumlah korban hilang kini mencapai 226 orang. Lalu, pengungsi bencana mencapai 884.889 jiwa.

“Kemarin data kami itu 222 nama, hari ini bertambah (menjadi) 226 nama. Di Aceh itu bertambah jumlah korban yang dilaporkan hilang. Kemudian untuk pengungsi tidak berubah, sebanyak 884.889 jiwa,” ucapnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat rapat koordinasi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Abdul menjelaskan adanya temuan jasad di tiga kabupaten yang semula dihitung sebagai korban bencana. Namun, setelah dilakukan verifikasi identitas melalui pencocokan by name by address dengan catatan sipil di tingkat kecamatan, diketahui bahwa jasad-jasad tersebut adalah jenazah lama yang berada di area pemakaman dan ikut terdampak bencana.

Jembatan kembar menjelang memasuki Kota Padang Panjang usai diterjang banjir bandang. Foto: Dok. kumparan

“Jadi, ini yang terdampak di area pemakaman, jasad ditemukan, tetapi begitu dikonfirmasi, ini merupakan jasad yang sudah meninggal sebelum bencana,” ujarnya.

“Proses verifikasi masih berlangsung. Mulai besok di beberapa kabupaten, setelah diverifikasi datanya, kita akan memberikan data yang merupakan validasi dari catatan sipil dan data korban yang sudah by name by address,” sambung dia.