Update Korban Erupsi Semeru: 50 Tewas dan 10.400 Warga Mengungsi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang anak berangkat sekolah dengan latar belakang Gunung Semeru di Sumbermujur, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (14/12/2021). Foto: Budi Candra Setya/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anak berangkat sekolah dengan latar belakang Gunung Semeru di Sumbermujur, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (14/12/2021). Foto: Budi Candra Setya/Antara Foto

BNPB memberikan data terbaru terkait proses evakuasi terhadap korban erupsi Gunung Semeru. Tercatat, jumlah korban tewas kini menjadi 50 orang. Sebelumnya berjumlah 49 orang.

"Terkait dengan korban jiwa, posko mencatat total jumlah warga meninggal dunia sebanyak 50 jiwa," kata Plt Kapusdatin BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (20/12).

"Pada hari ini (20/12), satu warga yang mengalami luka berat dikonfirmasi meninggal dunia," tambah dia.

Selain itu, Abdul mengatakan petugas SAR gabungan menemukan 5 potongan tubuh dari lokasi terdampak. Tapi, tak dijelaskan secara spesifik di mana lokasi potongan tumbuh itu ditemukan.

kumparan post embed

Korban Mengungsi Capai 10.400 Jiwa

Sementara mengenai data pengungsi, Abdul menuturkan posko mencatat sebanyak 10.400 warga mengungsi. Mereka tersebar di 406 titik pengungsian.

"Sebagian besar warga mengungsi di dalam wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur," kata Abdul.

Abdul menjelaskan, titik pengungsian masih terpusat di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Candipuro 21 titik dengan 4.645 jiwa, Pasirian 17 titik 1.732 jiwa dan Pronojiwo 4 titik 1.077 jiwa.

"Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru terus memutakhirkan data warga mengungsi. Selain terpusat di tiga kecamatan, sebaran titik pengungsian lainnya berada di wilayah Kabupaten Lumajang, seperti Sumbersuko, Pasrujambe dan Lumajang," jelas dia.

Plt Kapusdatin BNPB Abdul Muhari. Foto: BNPB

Terkait titik pengungsian di luar Kabupaten Lumajang, teridentifikasi di Kabupaten Malang 9 titik dengan total 341 jiwa, Blitar 1 titik 20 jiwa, Probolinggo 1 titik 11 jiwa dan Jember 3 titik 13 jiwa.

"Memasuki minggu ketiga, posko masih memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar para warga di titik-titik pengungsian, di antaranya makanan, kesehatan dan pendidikan," kata Abdul.

Lebih lanjut, Abdul mengatakan posko secara paralel melakukan pembersihan lahan yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi relokasi.

Anggota tim penyelamat hewan dari Center for Orangutan Protection mengangkut hewan ternak milik warga yang mati sebelum dibakar di desa Curah Kobokan di Lumajang. Foto: Juni Kriswanto / AFP

Hingga hari ini, kegiatan pembersihan area relokasi yang berada di Desa Sumber Mujur itu sudah mencapai 17 persen.

"Data sementara, total rumah rusak akibat awan panas guguran mencapai 1.027, dengan rincian rumah rusak berat 505 unit di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro," kata Abdul.

"Sedangkan di Desa Supituriang, Kecamatan Pronojiwo, rumah rusak berat sebanyak 437 unit dan rusak ringan 85 unit," tutup dia.