Update Ledakan di Beirut: 50 Orang Tewas, 2.500 Lainnya Terluka

Menteri Kesehatan Libanon, Hamad Hasan, memperbarui jumlah korban akibat ledakan dahsyat yang mengguncang Beirut, ibu kota Libanon. Hingga saat ini, sudah ada 50 orang tewas dan 2.500 lainnya terluka.
Dilansir Reuters, Hasan sebelumnya mengumumkan 25 orang tewas. Namun dalam sekejap, jumlah korban ledakan di Beirut bertambah lantaran proses evakuasi warga masih berlangsung.
Masih banyak orang-orang yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan. Dua ledakan di area pelabuhan itu telah meratakan banyak rumah dan bangunan, bahkan getarannya terasa hingga Siprus, atau dalam radius 240 kilometer.
"Ini adalah bencana, dalam setiap arti kata," kata Hassan dalam konferensi pers, saat mengunjungi para korban di rumah sakit.
Sejauh ini, pemerintah menduga ledakan itu berasal dari gudang penyimpanan bahan peledak. Belum diketahui pemicu ledakan tersebut.
Tudingan dan spekulasi oleh sebagian pengguna sosial mengarah ke Israel lantaran Israel tengah bersitegang dengan pasukan Hizbullah di perbatasan. Namun, Israel telah membantah tudingan itu dan menilai ledakan murni kecelakaan.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
