Update Longsor di Banjarnegara: 12 Tewas, 16 Orang Masih Hilang
·waktu baca 2 menit

Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat 12 orang tewas dalam bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Sementara belasan orang lainnya masih hilang.
Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono mengatakan, hingga Minggu (23/11) atau hari ke-8 operasi pencarian masih ada 16 orang yang hilang atau dalam pencarian tim gabungan.
"Masih ada 16 yang dicari dan 12 yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Budiono dalam keterangannya, Senin (24/11).
Ia mengakui, ada sejumlah kendala dalam operasi pencarian longsor di Pandanarum. Antara lain, longsoran tanah yang begitu tebal dan tinggi hingga cuaca yang masih tidak menentu.
"Cuaca yang tidak menentu, area pencarian yang sangat luas. Sebagian tanah juga masih labil dan ada yang memiliki ketebalan mencapai tebal 20 meter lebih. Ini jadi kendala kami dalam melakukan pencarian," jelas dia.
Meski begitu, ia menegaskan operasi pencarian akan terus dilakukan secara maksimal. Puluhan alat berat pun sudah dikerahkan untuk mencari korban yang masih tertimbun tanah.
"Usaha maksimal sudah kami lakukan, alat berat pun sebanyak 23 unit kami terjunkan, namun karena medan yang berat dan tidak stabil membuat alat berat harus ekstra berhati-hati," kata Budiono.
Bencana tanah longsor di Pandanarum terjadi setelah adanya hujan lebat di Kawasan Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum. Derasnya hujan dan kondisi tanah labil diduga sebagai pemicu tebing longsor dan menimpa area persawahan dan perkebunan, pada Sabtu kemarin (15/11), sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu dua orang warga meninggal dunia sementara 26 lainnya masih hilang.
