Update Pelecehan Seksual Gunadarma: Korban Cabut Laporan dan Berakhir Damai

17 Desember 2022 6:30
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Universitas Gunadarma. Foto: Dok. Gunadarma
ADVERTISEMENT
Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan Universitas Gunadarma berakhir damai. Korban memaafkan pelaku dan mencabut laporan.
ADVERTISEMENT
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes mengatakan, polisi telah memfasilitasi korban dengan para pelaku. Dari sana, disepakati korban untuk mencabut laporannya.
"Pihak korban menyatakan untuk mencabut laporan karena memaafkan pelaku. Setelah kesepakatan bersama damai pencabutan laporan akhirnya kita selesaikan dengan cara restorative justice di Polres Depok," ujar Yogen kepada wartawan, Jumat (16/12).
Yogen menjelaskan, sedianya ada tiga orang yang diduga menjadi korban pelecehan seksual itu. Dugaan pelecehan seksual itu kemudian dilaporkan Polres Metro Depok dengan diwakili oleh salah satu korban.
Dalam laporannya, korban mengaku mendapatkan tindakan pelecehan itu di kamar kos pelaku. Korban awalnya diajak untuk mengerjakan tugas bersama, di mana korban dan pelaku memang satu kelas di universitas tersebut.
ADVERTISEMENT
Sementara dua korban lainnya baru menjadi korban percobaan pelecehan seksual. Namun, tak dijelaskan percobaan seperti apa yang dimaksud.
Berikut fakta terbaru kasus pelecehan seksual di Gunadarma yang telah kumparan rangkum:
Ilustrasi pelecehan seksual di kantor. Foto: Shutter Stock

Alasan Korban Cabut Laporan

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes membeberkan alasan korban mencabut laporan kasus pelecehan seksual ini.
Korban, kata Yogen, tak mau memperpanjang kasus ini. Sebab, peristiwa pelecehan seksual ini sudah terjadi tiga bulan yang lalu.
"Korban tidak mau untuk memperpanjang masalah, kalau ini dimajukan, ya, ada kesulitan sehingga memutuskan untuk bisa diselesaikan secara damai," kata Yogen.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno. Foto: kumparan

Penindakan Persekusi 2 Mahasiswa Gunadarma Tunggu Laporan Korban

Dua mahasiswa Universitas Gunadarma yang diduga menjadi pelaku pelecehan seksual dipersekusi dengan cara diikat di pohon, dilucuti pakaiannya, hingga diminumi air kencing oleh massa mahasiswa yang mengamuk.
ADVERTISEMENT
Kasus pelecehan seksual itu sendiri memang telah berakhir damai. Kedua pelaku yang dipersekusi telah dimaafkan oleh korban.
Belakangan muncul pertanyaan bagaimana dengan kasus persekusi pada kedua pelaku yang dilakukan mahasiswa tersebut. AKBP Yogen mengatakan, sejauh ini pihaknya belum melakukan proses hukum karena belum ada laporan dari dua mahasiswa yang dipersekusi.
"Sebenarnya kalau dua pelaku korban persekusi ini mau melaporkan kita tindak. Sekarang, kan, sebenarnya LP itu, kan, harus ada yang dirugikan, meskipun itu LPA, kalau yang dirugikan itu menyatakan tidak apa-apa gitu, loh," kata Yogen.
Meski belum ada laporan, Yogen mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi para pelaku persekusi yang videonya viral di media sosial. Saat ini pihaknya menunggu laporan dari kedua korban persekusi.
ADVERTISEMENT
"Namun memang beberapa identitas sudah kita kantongi wajah-wajah yang tersebar di video, ya, apabila nanti memang pelaku atau korban eksekusi tersebut untuk melakukan pelaporan baru kita akan tindak lanjuti," ujarnya.
Universitas Gunadarma. Foto: Dok. Gunadarma

Pelaku Pelecehan di Gunadarma Diikat saat Ingin Minta Maaf

Polisi menyebut dua terduga pelaku pelecehan seksual di lingkungan Universitas Gunadarma menjadi korban persekusi saat ingin meminta maaf kepada korban.
AKBP Yogen mengatakan, awalnya para pelaku yang berkampus di Kalimalang, Bekasi, sengaja diminta datang ke kampus Gunadarma yang berada di Depok, Jawa Barat.
"Jadi dipancing dari sana untuk ke sini, dikasih tahu ada info ini ini ini, datanglah dia," kata Yogen.
Sesaat setelah tiba, para pelaku mengaku ingin difasilitasi untuk menyampaikan permintaan maafnya ke korban. Namun, rupanya korban sedang tak berada di sana.
ADVERTISEMENT
Entah siapa yang menginisiasi, para pelaku malah diikat di pohon dan dipersekusi oleh mahasiswa lainnya.
"Itu sebenarnya ada itikad baik untuk damai, begitu di parkiran dia pengin minta difasilitasi untuk meminta maaf kepada korban, korbannya malah enggak ada, diiket di pohon. Dijebak," ujar Yogen.