Update Terkini dari Ledakan di MAN 3 Padang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). Foto: Fitra Yogi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). Foto: Fitra Yogi/ANTARA FOTO

Kasus ledakan bom rakitan yang dilakukan seorang siswa di MAN 3 Padang terus menjadi sorotan. Sejumlah temuan baru mulai terungkap, mulai dari dugaan motif akibat perundungan (bullying), keinginan pelaku untuk pindah sekolah, hingga pengakuannya terinspirasi dari kasus serupa yang pernah terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta.

Peristiwa tersebut juga memicu respons dari berbagai pihak. Kementerian Agama memastikan hak pendidikan pelaku tetap dipenuhi, sementara DPR dan pemerintah mendorong penguatan deteksi dini, literasi risiko di sekolah, serta pembentukan satgas lintas kementerian untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Ketua Komisi X Soroti Ledakan Bom Rakitan MAN 3 Padang, Dorong Sekolah Aman

Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, menyoroti peristiwa ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang yang dilakukan seorang siswa kelas XII.

“Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa sekolah belum jadi ruang aman. Panduan Sekolah Aman tidak boleh berhenti sebagai slogan atau dokumen administratif,” ucap Hetifah dalam keterangannya, Selasa (14/7).

Ia pun mendorong sekolah memperkuat literasi risiko.

“Karena itu, literasi risiko perlu diperkuat di sekolah. Peserta didik harus memahami sejak dini bahwa perundungan, kekerasan, penyalahgunaan teknologi, hingga tindakan seperti merakit bahan peledak bukan sekadar pelanggaran tata tertib sekolah, tetapi dapat membahayakan keselamatan orang lain dan memiliki konsekuensi hukum yang serius,” tutur Hetifah.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian ditemui usai diskusi bertajuk Smart Journalism di kawasan Jakarta Barat, Minggu (15/3/2026). Foto: Amira Nada/kumparan

Mengingat Lagi Kasus Bom SMA 72 yang Menginspirasi Pelaku Ledakan MAN 3 Padang

Perundungan atau bullying diduga menjadi penyebab siswa tersebut nekat melakukan aksinya.

"Setelah kami lakukan pemeriksaan, anak tersebut mengaku melakukan perbuatannya karena menyimpan rasa dendam akibat sering menjadi korban bullying oleh teman-temannya," kata Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo kepada wartawan di lokasi, Selasa (14/7).

Berdasarkan pengakuan dari siswa berinisial R itu, ia terinspirasi dari kasus SMA 72 Jakarta pada tahun 2025 lalu.

“Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh Tim Penyelidik,” kata Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana dalam keterangannya, Selasa (14/7).

Jubir Densus 88, AKBP Mayndra Wardhana. Foto: Dok. Lipsus kumparan

Kemenag Jamin Hak Pendidikan Siswa yang Ledakkan Bom di MAN 3 Padang

Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Yasril, memastikan pihaknya menjamin hak pendidikan R, siswa MAN 3 Padang yang membawa dan meledakkan bom rakitan di sekolah.

"Anak ini berada di Bapelkes, kami menjamin hak pendidikannya dengan menitipkan belajarnya di MAN 2 Padang," kata Yasril, Rabu (15/7).

Pasca-kejadian ini, Yasril mengungkapkan Kemenag Kota Padang telah memerintahkan guru BK di MAN 3 Padang untuk mendampingi psikologi seluruh siswa.

"Anak-anak lain tidak ada trauma setelah kejadian ini. Tadi pukul 06.30 WIB, seluruh siswa mengikuti kegiatan senam dan dilanjutkan sosialisasi serta pembinaan," ujarnya.

Terduga Pelaku Bom Rakitan di MAN 3 Padang Sudah Lama Minta Pindah Sekolah

Hasil pemeriksaan Densus 88 Antiteror Polri terhadap orang tua R menunjukkan keinginan untuk pindah sekolah telah lama disampaikan.

"Dia minta ke orang tua untuk pindah sekolah, orang tuanya bilang tetap saja sekolah di MAN 3 Padang saja, kan baru satu tahun. Permintaan pindah sekolah itu disampaikan ketika anak ini masih kelas XI," ujar Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Yasril, Rabu (15/7).

Yasril tidak merincikan alasan R meminta pindah sekolah kepada orang tuanya.

"Alasan minta pindah ada kendala di sekolah ini, sudah minta ke ibunya, tapi persoalan tidak dikasih tahu ke kami. Jadi minta pindah sekolah ini tahunya setelah Densus menginterogasi orang tuanya," ungkapnya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Yasril. Foto: kumparan

Komisi III Minta Densus 88 Perkuat Deteksi Dini Usai Ledakan Bom di MAN 3 Padang

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Densus 88 Antiteror Polri bersama aparat terkait memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini menyusul kasus ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, yang diduga dilakukan seorang pelajar berusia 17 tahun.

"Aksi lone wolf seperti ini sangat berbahaya karena sulit diprediksi. Saya minta Densus 88, intelijen, dan jajaran institusi terkait bertanggung jawab untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi ancaman seperti ini," kata Sahroni kepada wartawan, Rabu (15/7).

Sahroni juga mendorong kepolisian dan instansi terkait memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya radikalisme dan ancaman teror agar potensi tersebut dapat dicegah sejak dini.

"Jajaran kepolisian dan instansi terkait harus memperkuat edukasi di masyarakat karena keluarga dan sekolah tetap menjadi benteng pertama anak. Kalau ada perubahan perilaku atau mulai terpapar pemahaman yang menyimpang, segera lakukan pendekatan dan laporkan agar bisa ditangani sejak dini. Namun jika sudah sampai melakukan aksi teror, aparat tentu harus bertindak tegas,” tutup Sahroni.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sahroni Minta Densus Dalami Ledakan di MAN 3 Padang: Jangan Dianggap Sepele

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Densus 88 Antiteror Polri segera terbang ke Sumatera Barat untuk mendalami kasus meledaknya bom rakitan yang dilakukan siswa MAN 3 Padang.

“Densus segera menurunkan tim untuk bisa melakukan konsultasi terkait dengan yang dilakukan oleh siswa (korban) bullying yang menyebabkan sampai akhirnya membuat rakitan bom,” ujar Sahroni, Rabu (15/7).

Ia meminta kasus ini tidak dianggap sepele.

“Jangan dianggap sepele, dan segerakan tim Densus untuk terbang ke Sumbar untuk mengevaluasi dan menjajaki hal yang dilakukan oleh siswa tersebut,” tegas dia.

Wamenag Minta Ledakan di MAN 3 Padang Tak Langsung Dikaitkan dengan Radikalisme

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo H.R. Muhammad Syafi'i, meminta masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan ledakan yang melibatkan seorang siswa di MAN 3 Padang dengan paham radikalisme.

"Terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi seperti halnya di MAN 3 Padang, saya kira kan itu harus ditelusuri. Sebelum memberikan kesimpulan sebenarnya yang memicu sehingga peristiwa itu bisa terjadi," kata Romo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).

Dia mencontohkan pernah terjadi kasus ledakan serupa di Jakarta yang sempat dikaitkan dengan radikalisme.

"Karena ledakan yang sama kan pernah terjadi juga di Jakarta. Dan ada orang yang kemudian terburu-buru menyimpulkan itu tindakan radikalisme, ternyata jauh dari itu. Ada persoalan-persoalan psikologi yang dialami oleh pelaku sehingga kemudian dia nekat melakukan tindakan seperti itu," ujarnya.

Wakil Menteri Agama sekaligus Amirul Hajj 2026, Romo H.R. Muhammad Syafii, di Mina. Foto: Dok. MCH 2026

Wamenag: Kemenko PMK Bentuk Satgas untuk Tangani Kasus di MAN 3 Padang

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo H.R. Muhammad Syafi'i, mengatakan Kemenko PMK telah membentuk satuan tugas (Satgas) untuk menangani kasus siswa yang meledakkan bom rakitan di MAN 3 Padang.

"Nah, itu kan yang memang menjadi concern pemerintah hari ini. Melalui Menko PMK, kita kan lintas kementerian dan lembaga kemarin menyepakati untuk bersama-sama mewujudkan apa yang disebut dengan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak," kata Romo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).

Romo menjelaskan Satgas tersebut memiliki dua tugas utama, yakni mencegah agar kasus serupa tidak terulang melalui edukasi kepada masyarakat dan peserta didik, serta memberikan pendampingan kepada korban.

"Satgas yang pertama bertugas bagaimana mengatasi agar peristiwa yang sama tidak terulang. Yaitu memberikan edukasi kepada semua pihak agar memberikan pencerahan pendidikan kepada anak-anak sehingga dia bisa merasa aman dan nyaman," jelas Romo.