Usai 13 Tahun 'Mati Suri', Planetarium Jakarta Diserbu Warga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung menyaksikan pertunjukkan simulasi langit di Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Kamis (25/12/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung menyaksikan pertunjukkan simulasi langit di Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Kamis (25/12/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) resmi dibuka kembali setelah 13 tahun 'mati suri' oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Selasa (23/12).

Selang dua hari setelah pembukaannya, tempat ini langsung diserbu warga. Antusias tak hanya tampak dari penjualan tiket yang ludes dalam waktu 1 menit, tetapi juga dari antrean di lokasi.

Sejauh ini, pembelian tiket planetarium hanya bisa dilakukan daring dengan mengakses situs yang dipublikasikan oleh Instagram resmi @tim.cikini.

Faiz (22), pengunjung Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (26/12). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan

Faiz (22), mahasiswa asal Tangerang mengungkapkan, ia baru bisa mengunjungi Planetarium dalam percobaan pembelian tiket yang kedua.

“Saya sudah dari tanggal 24 ikut war tiket, tapi enggak dapat. Ini baru dapat kemarin tanggal 25. Di Google form, satu menit sudah habis, sudah enggak bisa diakses,” ujar dia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (26/12).

Tak semujur Faiz, puluhan warga lainnya yang ingin masuk ke planetarium terlihat berbaris rapi dalam antrean daftar tunggu. Mereka menunggu giliran hingga namanya dipanggil dan dapat memasuki area Planetarium.

Antraean waiting list Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (26/12/2025). Dok. Amira Nada/kumparan

Menurut salah seorang satpam di lokasi, sistem daftar tunggu ini telah diinformasikan kepada para pengunjung secara berkala.

“Disampaikan bahwa ini tidak ada jaminan kalau pengunjung akan dapat tiket. Kalau ada kosong, nanti bisa dipanggil, makanya didata dulu,” kata dia.

Ia mengungkap, hingga pukul 11.00 WIB, antrean diperkirakan mencapai lebih dari 60 orang.

“Terakhir antrean nomor 66,” ucapnya.

Nani, pengunjung Planetarium di tengah antrean waiting list di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (26/12). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan

Sebelumnya, Pramono menegaskan, akan membereskan sejumlah program hingga proyek yang belum selesai di masa gubernur terdahulu.

"Bapak Ibu Saudara-Saudara sekalian, mungkin salah satu hal yang menjadi prinsip saya di dalam bekerja, saya adalah orang yang selalu ingin menyelesaikan sesuatu yang belum terselesaikan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/12).

"Termasuk kemarin saya juga baru sadar, kita setelah hampir 12-13 tahun yang berkaitan dengan Planetarium, enggak pernah dioperasikan. Karena setiap hari Dirut Jakpro saya kejar-kejar, Alhamdulillah kemarin kita resmikan. Dan bagus banget. Planetarium ini kan salah satu peninggalannya Bang Ali (eks Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin). 13 tahun enggak pernah diapa-apain," jelas dia.

Pengunjung menyaksikan pertunjukkan simulasi langit di Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Kamis (25/12/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Pramono menilai, dengan berbagai proyek yang akhirnya berhasil dirampungkan, berbagai kegiatan bisa dilakukan di Jakarta. Misalnya, ada Artotel yang juga sudah resmi dibuka di kawasan Taman Ismail Marzuki.

"Tempatnya bagus banget. Saya berharap... daripada nanti di Bogor, di mana, udahlah di sini fasilitasnya sekarang ini banyak sekali. Ada 130 kamar lebih, dan hotelnya bagus," ucap dia.