Usai Disinggung Jokowi, PBNU Janji Rangkul Banyak Anak Muda seperti Ainun Najib

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penggagas Kawal Pemilu, Ainun Najib. Foto: Instagram/@ainunnajib.id
zoom-in-whitePerbesar
Penggagas Kawal Pemilu, Ainun Najib. Foto: Instagram/@ainunnajib.id

Ainun Najib, kader muda NU yang berkarier di Singapura, bagi Presiden Jokowi mungkin bisa menjadi pendobrak bagi NU menghadapi tantangan zaman yang makin kompetitif. Tapi, Head of Analytics, Platform & Regional Business Grab itu tak masuk struktur PBNU.

Merespons itu, Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengapresiasi permintaan Presiden Jokowi untuk memanggil tokoh Muda NU, Ainun Najib, pulang ke Indonesia.

Menurutnya, PBNU akan segera menindaklanjuti dan berharap ada tokoh muda NU lainnya yang berkarya luas di masyarakat seperti Ainun.

“Saya kira itu ajakan yang bagus dari Presiden, kita sambut baik. Apa yang disampaikan Presiden harus ditindaklanjuti. Seperti disebut ada Ainun Najib, kita ingin banyak sekali anak NU seperti Ainun-Ainun yang lain,” harap Gus Ipul ketika dihubungi, Rabu (2/2).

Peresmian Rumah Gus Ipul Puti. Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Saifullah menekankan pentingnya peran anak muda NU yang tidak hanya aktif di kepengurusan, namun juga memiliki karya nyata di masyarakat.

“Sekarang, persoalannya, tantangan bukan pada kepengurusan, tetapi seberapa jauh NU memberikan kesempatan pada anak muda untuk tingkatkan kualitas dan peran yang lebih nyata,” sebut dia.

Karena itu, Ketum PBNU akan mempersiapkan anak-anak muda NU melalui berbagai program, terutama mempersiapkan santri milenial untuk melek teknologi.

“Makanya program Ketua Umum PBNU yang baru ini ingin buka akses seluas-luasnya untuk (anak muda) ikut pelatihan, ikuti kegiatan-kegiatan NU, atau backup pandangan NU di dunia medsos, dan lain-lain,” ungkap Saifullah.

“Kita ingin beri kesempatan luas untuk santri-santri milenial ini bisa tampil sekaligus memfasilitasi supaya santri-santri bisa kenal dan akses teknologi dengan baik,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia pun menerangkan sudah ada kelompok-kelompok NU yang bergerak dan menjadi wadah anak muda untuk berorganisasi.

“Di NU dari dulu sudah dibagi. Ada yang pelajar, remaja, Fatayat, Ansor, IPPNU, PMII, dan ISNU. Dibagi-bagi sama kyai-kyai dan ulama-ulama dan perannya sudah ada masing-masing. Di NU adalah bagian dari proses perkaderan panjang itu,” tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menantang NU untuk memanggil Ainun Najib pulang ke Indonesia dan menggajinya lebih besar dari yang didapat di Singapura. Sebab, Jokowi ingin PBNU memberikan ruang lebih besar bagi warga muda NU untuk mengambil peran, khususnya dalam perkembangan Indonesia baru.

"Saya kenal satu orang, yang lain masih banyak lagi. Beliau ini kerja di Singapura sudah lama, saya kenal. Ngerjain ini semuanya apa pun bisa. Namanya, [dia] masih muda sekali, Mas Ainun Najib, [warga] NU," kata Jokowi, Senin (31/1).

"Tapi di sana gajinya sangat tinggi sekali. Jadi kalau diajak ke sini harus bisa digaji lebih dari Singapura. Ini tugasnya nanti Pak Kiai (Yaqut Cholil Staquf). Kalau beliau nanti call, digaji berapa pun bismillah pasti mau," tuturnya.