Usai Gus Kamil Meninggal, Anggota DPRD Rembang Diminta WFH

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gus Kamil, Putra KH Maimoen Zubair. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gus Kamil, Putra KH Maimoen Zubair. Foto: Istimewa

Sekitar 103 orang di DPRD Kabupaten Rembang telah menjalani tes swab usai Ketua DPRD Rembang, Majid Kamil MZ, atau Gus Kamil meninggal dunia Minggu (12/7) lalu.

Humas Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Rembang, Arief Dwi Sulistya, mengatakan seluruh anggota DPRD lalu staff hingga non-ASN sudah diswab tes pada Senin (13/7).

“Ada 44 anggota dewan, 45 staf, sama 14 non0ASN. Semuanya sudah swab test,” kata Arief kepada kumparan, Selasa (14/7).

Suasana saat anggota DPRD Rembang melakukan swab tes. Foto: Dok. Istimewa

Arief mengaku, belum mengetahui kapan hasil swab keluar. Namun, kata Arief, berdasarkan pengalaman yang ada, hasil baru akan keluar maksimal 8 hari.

“Karena kita ngirimnya ke Lab yang ada di Jogja dan Semarang, di RS Kariadi. Pengalaman yang sudah, swab dari pasien yang dirawat di RS itu bisa sampai 3 hari, lha yang swab diluar bisa sampai 8 hari,” katanya.

Arief menambahkan, guna menghindari penularan meluas Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Semarang meminta seluruh anggota dewan untuk work from home atau WFH

“Antisipasinya yang anggota dewan kami minta untuk bekerja dari rumah dan tetap mengutamakan protokol kesehatan bila harus beraktifitas keluar,” ucap Arief.

kumparan post embed

Ketua DPRD Kabupaten Rembang, Gus Kamil meninggal dunia karena COVID-19. Lalu pada Senin (13/7), lingkungan kerjanya dilakukan tracing kontak erat.

Gus Kamil meninggal setelah dirawat intensif di RSUD dr R Soetrasno Rembang sejak 6 Juli lalu. Sebelum meninggal, Gus Kamil berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Namun kemudian, hasil swab tes Gus Kamil terkonfirmasi positif COVID-19.

embed from external kumparan