Usai Ingin Bunuh Istri Sendiri, Kopda Muslimin Ditemukan Tewas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kopral Dua (Kopda) Muslimin, prajurit TNI yang diduga terlibat penembakannya istrinya sendiri di Kota Semarang. Foto: Kodam IV Diponegoro
zoom-in-whitePerbesar
Kopral Dua (Kopda) Muslimin, prajurit TNI yang diduga terlibat penembakannya istrinya sendiri di Kota Semarang. Foto: Kodam IV Diponegoro

Teka-teki keberadaan Kopda Muslimin akhirnya terungkap. Otak penembakan istrinya sendiri ditemukan tewas di rumah orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah, sekitar 45 menit dari Semarang.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan Kopda Muslimin tiba di Kendal pukul 05.00 WIB. Ia datang ke rumah orang tuanya untuk meminta maaf.

"Pada saat pulang, beliau datang terus minta maaf, bahkan oleh orang tuanya dituturi untuk menyerahkan diri dan sebagainya," ujar Lutfhi di Kendal, Kamis (28/7).

Luthfi mengatakan tidak lama setelah tiba di sana, Kopda Muslimin muntah-muntah pada pukul 05.30 WIB. Lalu sekitar pukul 07.00 WIB Kopda Muslimin ditemukan sudah tidak bernyawa.

kumparan post embed
Jenazah Kopda Muslimin saat ditemukan tewas di rumah orangtuanya di Kabupaten Kendal, Kamis (28/7/2022). Foto: Dok. Istimewa

Kematian Kopda Muslimin kemudian diselidiki oleh kepolisian dan TNI. Tim Inafis Polda Jawa Tengah dan POM TNI datang ke lokasi tewasnya Kopda Muslimin untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Untuk memastikan penyebabnya M, dan akan melakukan autopsi," ujar Luthfi.

Terkait autopsi, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudussy mengatakan jenazah Kopda Muslimin akan di bawa ke RS Bhayangkara Semarang.

kumparan post embed

"Ya dibawa ke RS Bhayangkara Semarang mau autopsi," ujar Iqbal kepada wartawan, Kamis (28/7).

Dugaan Penyebab Kematian Kopda Muslimin

Komandan Polisi Militer Kodam IV Diponegoro Kolonel Roniso Budi mengatakan hasil autopsi sementara di jenazah Kopda Muslimin tidak ditemukan tanda kekerasan baik benda tajam atau pun tumpul.

"Dari pemeriksaan dalam didapat tanda mati lemas yang diduga akibat penyakit otak atau keracunan," ujar Budi di RS Bhayangkara Semarang , Kamis (28/7).

Budi mengatakan Kopda Muslimin meninggal karena bunuh diri diduga menenggak racun.

Komandan Polisi Militer Kodam IV Diponegoto Kolonel Roniso Budi didampingi Kepala Kesehatan Kodam IV Diponegoro Kolonel (CKM) dr Bima dan pihak rumah sakit saat memberikan keterangan terkait kematian Kopda Muslimin di RS Bhayangkara Semarang. Foto: Intan Alliva/kumparan

"Iya (dipastikan bunuh diri) nanti akan dipastikan dengan pemeriksaan penunjang yang sudah kami sepakati," ujar Budi.

Namun, Budi masih belum menyebut jenis racun yang ada di tubuh Kopda Muslimin.

"Membutuhkan pemeriksaan penunjang platologi anatomi yang memakan waktu 2 sampai 4 minggu, tidak bisa sekarang dan pemeriksaan platologi," ujar dia.

kumparan post embed

Ingin Bunuh Istri

Kopda Muslimin merupakan perencana pembunuhan terhadap istrinya, Rina Wulandari (34), dengan cukup keji. Ia menginstruksikan 4 pembunuh bayaran amatir menembak kepala istrinya dengan bayaran ratusan juta rupiah.

Penembakan terjadi di depan rumah korban di Perumahan Grand Cemara, Jalan Cemara 3, Padangsari, Banyumanik, Kota Semarang, pada Senin (18/7) pukul 12.00 WIB. Saat ini Rina masih dirawat di rumah sakit.