Usai Lihat Garis Depan Pertempuran, Zelensky Minta UE Tak Tunda Kirim Jet-Rudal

24 Maret 2023 2:21 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan penghargaan kepada anggota militer Ukraina pada posisi di kota garis depan Bakhmut, di wilayah Donetsk, Ukraina, Selasa (20/12/2022). Foto: Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan penghargaan kepada anggota militer Ukraina pada posisi di kota garis depan Bakhmut, di wilayah Donetsk, Ukraina, Selasa (20/12/2022). Foto: Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi langsung pos militer di garis depan pertempuran dengan Rusia. Seperti di dekat Kota Bakhmut hingga wilayah selatan Kherson.
ADVERTISEMENT
Setelah kunjungannya itu, dia menyampaikan laporan emosional tentang apa yang ia lihat di garis depan saat berpidato di pertemuan puncak Uni Eropa (UE) di Brussel. Dia berpidato secara daring.
Dalam kesempatan itu juga, Zelensky menyatakan bahwa penundaan pengiriman jet tempur dan rudal jarak jauh oleh UE dapat memperpanjang perang. Pernyataan Zelensky itu disampaikan ulang oleh seorang pejabat UE.
Namun, dia juga menyambut baik rencana UE mengirim satu juta peluru artileri ke Kiev. Meski tetap meminta pesawat tempur dan rudal modern yang diyakininya akan lebih efektif mendorong mundur pasukan Rusia.
Prajurit Ukraina menggelar latihan di perbatasan dengan Belarus, Ukraina, Jumat (3/2/2023). Foto: Viacheslav Ratynskyi/Reuters
Permintaan Zelensky ini disampaikan setelah Komandan Pasukan Darat Ukraina, Oleksandr Syrsky, mengatakan dia berencana untuk mengambil keuntungan dari kondisi militer Rusia di Bakhmut. Dia menyebut militer Rusia sudah kehabisan tenaga dalam pertempuran terpanjang dan paling berdarah di Bakhmut sejak invasi dimulai tahun lalu.
ADVERTISEMENT
"Penyerang belum putus asa untuk merebut Bakhmut dengan segala cara meski kehilangan tenaga dan peralatan," kata Syrsky, dikutip dari AFP, Jumat (24/3).
"Tidak ada yang tersisa, mereka kehilangan kekuatan yang signifikan dan menjadi kelelahan,"
"Segera kami akan memanfaatkan kesempatan ini, seperti yang kami lakukan di dekat Kiev, Kharkiv, Balakliya dan Kupiansk," tambahnya, merujuk pada serangan balik Ukraina yang sukses tahun lalu.