Usai Peleburan Eijkman, Pengembangan Vaksin Merah Putih Kini di Bawah BRIN

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, (BRIN), Laksana Tri Handoko. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, (BRIN), Laksana Tri Handoko. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Sejak awal pandemi COVID-19 di Indonesia, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME) berperan penting dalam mendeteksi dan meneliti virus SARS-CoV-2, penelitian plasma konvalesen, hingga pengembangan vaksin corona dalam negeri, Merah Putih.

Namun, Eijkman kini telah resmi melebur ke Badan Riset Inovasi dan Inovasi Nasional (BRIN).

Lantas, bagaimana kelanjutan pengembangan vaksin Merah Putih?

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko memastikan pengembangan vaksin Merah Putih milik Eijkman akan terus berlanjut. Namun, kini pengembangan vaksin tersebut akan langsung berada di bawah komando BRIN. Sementara itu, Eijkman menjadi salah satu pusat riset yang membantu pengembangan vaksin tersebut.

“Semua di bawah BRIN, karena Eijkman menjadi salah satu pusat riset BRIN. Dan pengembangan vaksin ini lintas pusat riset,” kata Laksana saat dihubungi kumparan, Senin (3/1).

Laksana melanjutkan, pengembangan vaksin Merah Putih justru akan semakin kuat. Sebab Eijkman akan dibantu oleh tim periset lainnya yang saat ini juga telah diambil alih BRIN, seperti LIPI.

“Untuk vaksin terus berlanjut, justru tim [vaksin Merah Putih] semakin kuat karena ada tambahan periset sekepakaran dari eks LIPI, dan nanti Balitbangkes juga,” terang dia.

Gedung LBM Eijkman. Foto: Eijkman

Di sisi lain, Laksana mengakui memang ada keterlambatan pengembangan vaksin Merah Putih milik Eijkman dari target. Tetapi ini bukan disebabkan peleburan Eijkman ke BRIN.

“Memang ada keterlambatan, tetapi itu lebih karena masalah teknis mengingat belum ada tim yang pernah mengembangkan vaksin dari nol,” tandas dia.

Soal vaksin COVID-19, 6 lembaga/institusi tengah mengembangkan vaksin Merah Putih dengan berbagai platform, mulai dari Eijkman, LIPI, hingga Unair. Hingga saat ini, baru vaksin Merah Putih milik Unair yang menunjukkan progres paling baik.

Vaksin dengan platform inactivated virus ini memasuki uji klinis tahap satu pada Desember 2021 dan akan diikuti fase 2-3 pada Januari-Februari 2022.