Usai Perpanjang Gencatan Senjata, Israel Serang Lebanon Selatan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Israel serang Lebanon Selatan pada Sabtu (16/5). Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Israel serang Lebanon Selatan pada Sabtu (16/5). Foto: AFP

Israel melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran ke Lebanon Selatan pada Sabtu (16/5), meskipun gencatan senjata antara kedua negara telah diperpanjang.

Israel mengatakan serangan tersebut menargetkan Hezbollah, tetapi sebelum serangan dilakukan, peringatan evakuasi telah dikeluarkan untuk sembilan desa.

Pemboman yang terus berlanjut itu semakin meningkatkan keraguan terhadap gencatan senjata di kalangan puluhan ribu warga Lebanon yang terusir dari rumah mereka di wilayah selatan.

Dilansir dari AFP, kantor berita pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan serangan terjadi di lebih dari dua lusin desa pada Sabtu (16/5), termasuk satu lokasi yang berjarak lebih dari 50 kilometer dari perbatasan.

NNA juga melaporkan gelombang baru pengungsian warga menuju kota Sidon di selatan dan ibu kota Beirut.

Petugas tanggap darurat bekerja di lokasi serangan drone Israel yang menargetkan sebuah kendaraan di jalan raya dekat kota Jiyeh, selatan Beirut, Lebanon, Rabu (13/5/2026). Foto: Mahmoud Zayyat/AFP

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) mengumumkan perpanjangan masa gencatan senjata antara Israel dengan Lebanon selama 45 hari ke depan. Gencatan senjata ini berlanjut, padahal kedua negara tersebut masih kerap melancarkan serangan.

"Gencatan senjata pada 16 April akan diperpanjang selama 45 hari untuk memungkinkan kemajuan lebih lanjut," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, dikutip AFP, Jumat (15/5).

Dia mengatakan, Departemen Luar Negeri AS juga akan mengadakan negosiasi untuk mencapai kesepakatan permanen pada 2-3 Juni mendatang. Para delegasi militer dari masing-masing negara akan dikumpulkan sejak 29 Mei.

"Kami berharap diskusi ini akan memajukan perdamaian abadi antara kedua negara, pengakuan penuh atas kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing, serta membangun keamanan sejati di sepanjang perbatasan bersama mereka," kata Pigott.

Gencatan senjata antara Israel dengan Lebanon seharusnya berakhir pada Minggu (17/5).

Kini, Amerika Serikat, Israel, dan Lebanon menganggap gencatan senjata telah berlaku meskipun serangan terus berlanjut. Israel kembali membombardir target di Lebanon selama perundingan berlangsung.

Adapun Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret ketika Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Serangan Israel sejak saat itu telah menewaskan lebih dari 2.900 orang di Lebanon, termasuk lebih dari 400 orang sejak gencatan senjata diberlakukan, menurut pihak berwenang Lebanon.