Usai Serang Gaza, Israel Kembali Berlakukan Gencatan Senjata dan Kirim Bantuan
ยทwaktu baca 2 menit

Israel kembali menyerang Gaza lewat udara dan menewaskan puluhan orang. Usai menyerang Gaza, Israel menyatakan gencatan senjata kembali berlaku dan pengiriman bantuan akan diteruskan.
Dikutip dari Reuters, Senin (20/10), Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata tetap berlaku. Ia bahkan meyakini Hamas tidak terlibat dalam pelanggaran gencatan senjata itu.
"Saya rasa mungkin Hamas tidak terlibat di dalamnya," kata Trump kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One.
"Ini akan ditangani dengan tegas tapi tepat," lanjutnya.
Trump mengaku tidak tahu apakah serangan Israel dapat dibenarkan.
"Saya harus menghubungi Anda kembali mengenai itu," kata sekutu dekat Israel ini.
Usai menyatakan melanjutkan kembali gencatan senjata, sumber keamanan Israel mengatakan, pengiriman bantuan ke Gaza kembali dilanjutkan atas tekanan AS. Padahal, Israel sebelumnya mengumumkan pengiriman bantuan ditangguhkan karena menuduh Hamas melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Militer Israel mengatakan, serangannya menargetkan Hamas termasuk komandan lapangan, pasukan bersenjata, terowongan, dan depot senjata. Serangan itu menewaskan 26 orang, termasuk satu perempuan dan satu anak. Satu serangan menghantam bekas sekolah yang menampung pengungsi di wilayah Nuseirat.
Sedangkan versi pemerintah Gaza, serangan Israel pada hari Minggu menewaskan 33 orang.
"Kami akan melihat apa yang terjadi. Kami ingin memastikan semuanya berjalan sangat damai dengan Hamas," kata Trump.
Sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, menyatakan tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata. Mereka mengaku tidak tahu ada bentrokan di Rafah dan belum melakukan kontak dengan Hamas sejak Maret lalu.
Sebelumnya dilaporkan, milisi Hamas melancarkan serangkaian tindakan keras, menghukum para kolaborator, atau mereka yang diduga telah bekerja sama dengan Israel selama masa perang. Atas tindakan itu, Israel membela kaki tangannya lewat serangan ke Gaza.
