Usulan Tokoh Sekuler Turki, Kemal Ataturk, Jadi Nama Jalan di DKI Picu Protes

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Kemal Ataturk, atau Mustafa Kemal. Foto: AFP PHOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kemal Ataturk, atau Mustafa Kemal. Foto: AFP PHOTO

Tokoh sekuler sekaligus pendiri negara Turki, Mustafa Kemal Ataturk, akan diabadikan sebagai nama jalan di Jakarta. Hal itu menyusul permintaan KBRI Ankara kepada pemerintah Turki, untuk menamai jalan di depan gedung baru mereka dengan nama Sukarno.

Sejumlah tokoh nasional turut merespons rencana itu. Salah satunya Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid yang tak setuju dengan usulan tersebut.

"Usulan tokoh sekuler Turki Kemal Pasha Ataturk untuk jadi nama jalan di Jakarta, hendaknya dikaji ulang," ujar Hidayat dalam cuitannya di Twitter seperti dilihat, Minggu (17/10).

"Boleh saja memberikan nama jalan Soekarno di Ankara, Tapi berlakulah seperti Maroko, di sana ada Jalan Soekarno, tanpa minta nama Jalan Raja Maroko di Jakarta," imbuhnya.

Hidayat Nur Wahid. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Selain Hidayat, anggota DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon juga ikut berkomentar. Ia bahkan mengusulkan nama baru. Usulan Fadli ini disampaikannya merespons cuitan salah satu netizen yang juga menolak Kemal Ataturk jadi nama jalan di Jakarta.

"Saya usul namanya Jalan Fatih Sultan Mehmet II (Muhammad Al-Fatih," cuit Fadli Zon.

Seperti diketahui, Dinasti Turki Utsmani adalah kerajaan terakhir dalam peradaban Turki, saat itu panglima perang sekaligus pemimpinnya adalah Sultan Mehmet II. Runtuhnya Turki Utsmani sekaligus mengakhiri peradaban Islam di dunia.

Pada titik inilah Mustafa Kemal Ataturk memulai ide gagasan Turki sebagai negara sekuler, perlahan satu persatu simbol agama ia ganti dengan simbol peradaban modern.