Usut Pemukulan di Holywings, Polres Sleman Akan Tindak Jika Ada Anggota Terlibat
ยทwaktu baca 3 menit

Kasus pemukulan yang dialami seorang pria bernama Bryan Yoga Kusuma tengah diusut Polres Sleman. Bryan diduga dipukul saat mengunjungi Holywings Yogya di Jalan Magelang KM 5,8, Kutu Asem Sinduadi, Sleman, DIY, pada Sabtu (4/6) dini hari.
Kapolres Sleman AKBP Achmad Imam Rifai menegaskan akan menindak jika ada anggota yang terlibat dalam pemukulan tersebut. Sebab, disebut ada anggota yang terlibat dalam peristiwa itu.
"Iya (apabila ada anggota terlibat ditindak). Kita samakan baik itu anggota atau para pihak yang tadi kami sampaikan harus bertanggung jawab terkait kejadian tersebut itu akan kita mintai pertanggung jawaban secara umum," tegas Imam melalui sambungan telepon, Sabtu (4/6).
Imam mengatakan, saat ini pihaknya juga tengah melakukan olah TKP. Dia menyebut sudah ada beberapa pihak yang telah dimintai keterangan.
"Yang ada di TKP itu untuk pasti jumlahnya masih perlu dikonfirmasi lagi. Yang pasti para pihak sudah kita mintai keterangan dan kita pastikan untuk prosesnya kita luruskan tidak memandang apa ada keterlibatan anggota misalnya, atau mungkin pihak-pihak lain yang harus bertanggung jawab terkait kejadian tersebut," jelasnya.
Untuk kronologi peristiwa, Imam mengaku masih mengkonfirmasi keterangan saksi-saksi. Saat ini pengambilan keterangan para saksi juga masih terus berproses.
"(Kronologi) sedang dikonfirmasi, saksi-saksi menyampaikan sekarang sedang berproses untuk pengambilan keterangan itu. Kan, hasilnya kita perlu dari para pihak baik misalnya saksi yang ada di TKP maupun bukti-bukti yang lain yang mendukung keterangan itu untuk mengarahkan tadi penyelidikan ke arah mana," ujarnya.
Berdasarkan keterangan yang kumparan terima dari pihak keluarga, saat itu Bryan bersama kawan-kawannya yakni Albert Wijaya, Aprio Rabadi, Yogi Andhika, dan Irawan mengunjungi Holywings pada Jumat (3/6) malam.
Pada Sabtu (4/6) sekitar pukul 02.00 WIB, Bryan diduga mendapatkan provokasi dari seorang bernama Carmel. Provokasi itu berujung pada perkelahian di depan parkiran Holywings.
Saat itu, Carmel memanggil rekannya dan sejumlah orang untuk memprovokasi Bryan.
"Saat perkelahian, Bryan Yoga Kusuma dihajar kurang lebih selama 1 jam oleh sekitar 20 orang dan ada juga oknum polisi yang terlibat," demikian keterangan keluarga Bryan.
Keterangan itu dikonfirmasi oleh perwakilan keluarga Bryan, Anung Prajotho, yang juga pakde Bryan. Namun, dia belum bisa membeberkan secara detail peristiwa yang terjadi.
Setelah kondisi mulai kondusif, Bryan dan Albert diduga diberikan opsi jalan tengah menyelesaikan masalah tersebut dengan Carmel dan Leo. Opsi tersebut yakni menyelesaikan masalah di Polres Sleman.
"Saat itu, Albert meminta pertolongan dari polisi lain yang berada di polres, namun hanya dilihat saja dan mereka tidak memberikan pertolongan. Saat itu, identitas dan HP Albert dan juga Bryan disita oleh pihak kepolisian," terang keluarga.
Keluarga mengatakan baru mengetahui peristiwa yang menimpa Bryan pada Sabtu (4/6) pagi dari Albert. Bryan saat itu tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sleman.
"Pihak keluarga sangat menyayangkan bahwa tidak seorang pun anggota polisi yang berada di polres maupun yang terlibat di Holywings untuk memberitahukan peristiwa ini kepada pihak keluarga," kata keluarga.
"Bahkan sampai malam hari ini, Sabtu 4 Juni, tidak ada anggota polisi pun yang menghubungi pihak keluarga. Sehingga pihak keluarga merasa perlu mengangkat kasus ini agar mendapatkan keadilan," pungkasnya.
