Vaksin Merah Putih Bisa Dipakai saat Program Vaksinasi Primer Beres
·waktu baca 2 menit

Vaksin Merah Putih merupakan jenis vaksin COVID-19 siap dipakai saat program vaksinasi primer selesai tahun ini. Yakni vaksin yang digagas oleh Universitas Airlangga (Unair) dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia dan Bio Farma dengan Baylor College of Medicine, Amerika Serikat.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memperkirakan Vaksin Merah Putih akan mulai mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) pada Agustus dan September 2022.
“Jadi Merah Putih yang kita lihat bisa selesai adalah vaksinnya UNAIR dengan PT Biotis dan vaksinnya Baylor dan Bio Farma. Kalau saya lihat jadwalnya di BPOM, EUA nya keluar semuanya di Agustus dan September jadi kemungkinan besar program vaksinasi primer kita sudah selesai,” jelas Budi dikutip dari Youtube DPR, Kamis (24/2).
Budi menjelaskan bahwa terdapat perubahan struktur organisasi di Kemenkes. Kemenkes memindahkan semua organisasi penelitian ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sehingga Uji klinis Vaksin Merah Putih menjadi bagian dari tanggung jawab BRIN. Meskipun demikian, Kemenkes akan tetap bantu memfasilitasi sampai izin vaksin tersebut dikeluarkan.
Budi juga menjelaskan bahwa Kemenkes sudah mempersiapkan alokasi dana sebesar 192 miliar untuk uji klinis Vaksin Merah Putih.
“Kita tetap bantu walaupun ini pindah ke BRIN, ya. Semua penelitian pindah ke BRIN tapi Kementerian Kesehatan tetap mengalokasikan dana 192 miliar untuk mendukung uji klinis mereka. Walaupun mereka ada tanda tangan agreement nya dengan BRIN, tapi kita siapkan kalau ternyata BRIN prioritasnya berubah,” ungkap Budi.
Lebih lanjut Budi menyatakan bahwa Kemenkes sudah mendapatkan izin dari Presiden Jokowi untuk mendonasikan Vaksin Merah Putih ke luar negeri.
“Kita juga sudah mendapatkan izin dari bapak presiden. Jadi ada kepastian untuk mereka yang memproduksi. Kalau di Indonesia sudah selesai, gantian kita boleh dong, mendonasikan vaksin kita keluar negeri,” ujarnya.
Tentu saja terdapat tantangan dalam proses untuk mendonasikan Vaksin Merah Putih ke luar negeri. Salah satunya dengan harus mendapatkan EUA dari WHO.
“Memang ada tantangannya, saya sampaikan ke Biotis dan Bio farma. kita harus mendapatkan EUA dari WHO, jadi memang harus dibikin dengan standar yang baik,” tutupnya
Reporter: Devi Pattricia
