Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Berjalan, ITAGI Ingatkan Imunisasi Dasar
·waktu baca 2 menit

Imunisasi dasar anak di masa pandemi COVID-19 ini mengalami penurunan jumlah capaian. Hal ini disebabkan oleh fokus pada penanganan pandemi yang cukup menyita perhatian masyarakat.
Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof. Dr. Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan walau saat ini vaksinasi corona bagi anak 6-11 tahun juga sudah dimulai, bukan berarti imunisasi dasar tak bisa tetap dilakukan.
Tak lancarnya imunisasi dasar seperti untuk penyakit difteri, polio, dan campak ini jika terus berlangsung maka dapat menimbulkan munculnya kejadian luar biasa (KLB) atau wabah di suatu wilayah. Tentu hal ini dapat menyulitkan ketika beriringan dengan COVID-19.
"Kalau sudah outbreak kita harus memerangi COVID dan difteri, repot sekali, belum polio, belum campak. Satu kena bisa sekampung kena. Ini yang tidak kita inginkan," ucap Sri dalam program 'Dialog Produktif Senin: Vaksinasi Aman untuk Anak' secara virtual di YouTube FMB 9, Senin (20/12).
Untuk itu, Sri meminta para orang tua mengecek kembali jadwal imunisasi dasar anak-anaknya dan jika ada yang tertinggal untuk dikejar bersamaan dengan vaksin COVID-19.
"Minimal paling 2 minggu dari imunisasi rutin dengan COVID. Kalau perlu kiri-kanan [lengan] juga boleh disuntik, itu enggak masalah, mempercepat. Apalagi sekarang ada vaksinasi yang dikomunikasikan itu akan mempercepat vaksinasi yang tertinggal," ujar Sri.
