Vaksinasi Rabies Gratis di Kudus, Warga Antusias Bawa Kucing hingga Anjing

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peserta mengikuti vaksinasi rabies untuk hewan peliharaannya di Puskeswan Gebog, Kudus, Jawa Tengah pada Senin (5/10/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Peserta mengikuti vaksinasi rabies untuk hewan peliharaannya di Puskeswan Gebog, Kudus, Jawa Tengah pada Senin (5/10/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Masyarakat Kudus, Jawa Tengah, berbondong-bondong mendatangi Puskeswan Gebog, Kudus, pada Senin (5/10). Para pecinta hewan membawa peliharaan mereka untuk mengikuti vaksinasi rabies gratis.

Kegiatan vaksinasi rabies gratis digelar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus selama dua hari, Senin (5/10) dan Selasa (6/10). Sebanyak 150 ekor hewan mendapat kuota vaksinasi. Masyarakat dapat membawa hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kera.

Ira Damayanti, warga Kabupaten Kudus, membawa tiga ekor kucing ke Puskeswan Gebog untuk divaksin rabies. Jono, Milo, dan Oyen, nama ketiga kucingnya, dalam kondisi sehat. Namun, Ira tetap memilih vaksinasi sebagai langkah preventif.

"Saya sering konsultasi dengan dokter di Puskeswan Gebog ini. Beberapa waktu lalu diinfo kalau ada vaksinasi rabies gratis, akhirnya saya ikutan," katanya kepada kumparan, Senin (5/10).

Menurut Ira, vaksinasi rabies penting bagi ketiga kucingnya. Sebab, ketiganya tetap beraktivitas meski hanya di dalam rumah.

"Kami harus menjaga kesehatan mereka. Seperti kita menjaga kesehatan diri. Meskipun hewan peliharaan, sebenarnya mereka itu sama seperti kita punya imunitas," terangnya.

Ketiga kucing Ira tak pernah terpapar rabies. Ia juga selalu memperhatikan pola makan dan kebersihan kandang peliharaannya.

"Mau tidak mau, kami harus memperlakukan mereka seperti kita memperlakukan diri sendiri. Apalagi seperti saya ini kan tinggal bersama di rumah, jadi hewan peliharaan harus sehat agar keluarga di rumah juga sehat," imbuhnya.

Riski Aprillia, warga Kudus, membawa empat ekor kucing. Riski tertarik mengikutsertakan hewan peliharaannya karena vaksinasi tersebut gratis dan untuk mencegah rabies.

"Saya memang rutin mengikutsertakan vaksinasi rabies setahun sekali," ujarnya.

Peserta mengikuti vaksinasi rabies untuk hewan peliharaannya di Puskeswan Gebog, Kudus, Jawa Tengah pada Senin (5/10/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Ia menilai perawatan kesehatan hewan sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh sendiri. Menurutnya, pencegahan penyakit melalui vaksinasi tetap dibutuhkan.

"Perlakuannya sama seperti manusia karena kesehatan hewan peliharaan perlu dijaga. Tentu kami harap kegiatan ini bisa terus ada," imbuhnya.

Lidya Sistanto, warga Kudus, turut membawa anjing peliharaannya untuk mengikuti vaksinasi rabies. Ia tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena gratis. Di sisi lain, Lidya ingin anjingnya sehat dan terhindar dari rabies.

"Supaya anjing saya sehat. Kami memperlakukan hewan layaknya manusia. Hewan juga butuh diperhatikan kesehatannya," ungkapnya.

Lidya mengapresiasi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus yang menyelenggarakan vaksinasi rabies gratis. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi pemilik hewan peliharaan.

"Pastinya mempermudah masyarakat yang memiliki hewan peliharaan," imbuhnya.

Peserta mengikuti vaksinasi rabies untuk hewan peliharaannya di Puskeswan Gebog, Kudus, Jawa Tengah pada Senin (5/10/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Vaksinasi untuk Perlindungan

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Arin Nikmah, mengatakan pihaknya melayani vaksinasi untuk berbagai hewan peliharaan, yakni anjing, kucing, dan kera.

"Vaksinasi rabies itu kalau bisa jangan sampai menunggu ada kasusnya dulu, karena rabies ini merupakan salah satu penyakit yang bisa membahayakan juga untuk manusia dan bisa sampai berakibat sampai kematian. Jadi vaksinasi rabies itu untuk perlindungan," ungkapnya.

Arin menambahkan, hewan peliharaan perlu diperlakukan dengan baik, termasuk dengan menjaga kesehatannya. Salah satu caranya melalui vaksinasi rabies.

"Vaksinasi rabies itu sebagai perlindungan terhadap hewan itu sendiri supaya tidak sampai ada kasus tertular penyakit. Kemudian yang kedua juga untuk perlindungan kesehatan bagi masyarakat," ucapnya.

Menurutnya, hewan peliharaan harus divaksin rabies satu kali dalam setahun. Namun, ia menyebut vaksinasi dapat dilakukan minimal enam bulan sekali.

Sementara itu, kasus rabies di Kabupaten Kudus pada 2025 dan 2026 nihil. Meski demikian, masyarakat tidak boleh lengah karena virus rabies dapat menyerang kapan pun.

"Kita tidak boleh lengah karena perputaran hewan sangat dinamis sekali. Terakhir di tahun 2023 sempat ada kasus satu rabies dari hewan anjing," imbuhnya.

Peserta mengikuti vaksinasi rabies untuk hewan peliharaannya di Puskeswan Gebog, Kudus, Jawa Tengah pada Senin (5/10/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Kenali Ciri Hewan Terpapar Rabies

Kepala UPT Puskeswan dan Rumah Potong Hewan Kudus, drh Anton Cahyono, mengatakan ada tiga tanda hewan peliharaan terpapar rabies. Tanda tersebut berupa hipersalivasi atau kelenjar liur berlebih, hewan menjadi agresif, serta takut cahaya dan air.

"Ketiga ciri-ciri itu perlu dikenali. Oleh sebab itu sebaiknya hewan peliharaan divaksin rabies," ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga dapat tertular rabies, biasanya melalui gigitan hewan yang terinfeksi rabies.

"Rabies juga bisa menyebabkan kematian," imbuhnya.