Vaksinasi saat PPKM Darurat Lebih Cepat, tapi Target Herd Immunity Masih Jauh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pelajar di SMAN 1 Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (14/7).  Foto: Rony Muharrman/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pelajar di SMAN 1 Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (14/7). Foto: Rony Muharrman/ANTARA FOTO

Baru-baru ini, pemerintah telah memperbarui total target penerima vaksinasi untuk mencapai herd immunity dari yang semula 181,5 juta menjadi 208,2 juta penduduk Indonesia. Penambahan ini berasal dari total jumlah target penerima vaksin berusia 12 sampai 17 tahun.

Vaksinasi pun digenjot seiring diberlakukannya PPKM Darurat dari 3 Juli. Sejauh ini, terlihat ada peningkatan jumlah vaksinasi yang terjadi lebih cepat dari sebelumnya.

Di hari pertama pelaksanaan PPKM Darurat yakni 3 Juli 2021, tercatat vaksinasi dosis pertama telah diberikan kepada 8,32 persen dari total target 208,2 juta. Artinya telah mencapai sekitar 17.327.707 dosis. Sementara untuk dosis kedua telah diberikan pada 5,29 persen sasaran atau sekitar 11.017.256 dosis.

Sampai dengan Selasa (13/7) kemarin, penambahan vaksinasi dosis pertama yang telah dilakukan sejak hari pertama PPKM Darurat adalah 10,33 persen atau secara keseluruhan mencapai 18,65 persen dari target.

Itu berarti, sebanyak 38.841.556 dosis pertama telah disuntikkan. Untuk dosis kedua sendiri hanya mengalami kenaikan sebesar 2,19 persen atau menjadi 7,48 persen. 15.578.275 dosis kedua telah berhasil disuntikkan.

embed from external kumparan

Jika dilihat dari sebelum PPKM Darurat, penambahan jumlah dosis vaksin yang telah diberikan memang cenderung lebih lambat. Di tanggal 8 Juni 2021, Indonesia mencapai 30 juta dosis pertama. Kemudian 40 juta dosis pertama didapatkan setelah 18 hari atau tepatnya pada 26 Juni.

Sementara penambahan total vaksinasi yang telah dilakukan selama PPKM Darurat ini lebih cepat. Tercatat pada 8 Juli 2021, ada penambahan menjadi total 50 juta dosis sejak 26 Juni 2021. Itu berarti, hanya butuh sekitar 13 hari untuk mencapai 10 juta dosis. Lebih cepat 5 hari dari periode sebelumnya.

Walaupun memang penambahan relatif lebih tinggi selama PPKM Darurat, nyatanya angka vaksinasi tertinggi justru dicetak pada 26 Juni 2021 yakni 1.506.017 dosis.

Dari tanggal 3 sampai dengan 13 Juli 2021 ini, suntikan vaksin cenderung berada di angka 600 ribu dosis per hari. Namun, hanya pada tanggal 6, 7, dan 8 Juli 2021 yang berada di atas 1 juta dosis. Terendah yakni pada 4 Juli 2021 dengan capaian vaksinasi di bawah 200 ribu.

Data cakupan vaksinasi COVID-19 per 13 Juli 2021. Foto: Sumber: vaksin.kemkes.go.id

Hingga data yang diperbarui Selasa (13/7) pukul 18:00 WIB di situs vaksin.kemkes.go.id, pemerintah masih harus mengejar target yang masih cukup jauh.

Baru 17,78 persen atau 37.031.826 dari total target yang menerima vaksinasi dosis pertama. Itu berarti, masih ada lebih dari 170 juta orang lagi yang setidaknya belum menerima vaksin COVID-19 dosis pertama.

Sementara yang menerima suntikan kedua baru mencapai 7,32 persen atau 15.254.221 orang. Artinya, sebanyak 193 juta orang masih harus diberikan dosis kedua.

Artinya, masih jauh dari target herd immunity 70 persen populasi.