Vaksinator yang Diduga Berikan Vaksin Kosong ke Siswa SD di Medan Minta Maaf
·waktu baca 2 menit

Polisi mengungkap identitas dokter yang diduga menyuntikkan vaksin kosong ke siswa SD Wahidin di Kecamatan Labuhan Deli, Kota Medan. Dokter wanita itu berinisial G dan bertugas di rumah sakit swasta.
Meskipun begitu, polisi belum merinci apakah vaksin yang disuntikkan benar-benar kosong. Proses pemeriksaan masih terus berlanjut.
“Hari ini kami bersama Ketua IDI Sumut dan Medan, kami bersinergi menindaklanjuti terkait video (dugaan vaksin kosong) tersebut,” ujar Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja saat jumpa pers di Mapolres Belawan, Jumat (21/1).
Untuk memastikan vaksin itu kosong atau tidak, akan dilakukan pengujian di laboratorium forensik. Begitu juga dengan penetapan status penyelidikan dokter G.
“Kami tetap masih dalam tahap penyelidikan dengan melibatkan beberapa ahli, kemudian melibatkan beberapa labfor,” kata Tatan.
Terkait penyelidikan ini sejumlah barang bukti telah disita polisi.
“Barang bukti yang kita sita, bekas jarum suntik, kegiatan vaksin tersebut, buku agenda terkait dengan daftar anak yang divaksin, kemudian rekaman video,” kata Tatan.
Sementara itu, dokter G saat dihadirkan dalam jumpa pers menyampaikan permohonan maaf atas kasus yang membelitnya.
“Kepada pihak Polri, kepada masyarakat, kepada IDI Sumut, dan IDI Medan, saya mohon maaf atas kesilapan yang saya perbuat ini,” ujarnya.
Namun saat dicecar wartawan apakah kesilapan yang dimaksud karena memberikan vaksin kosong, G tidak menjawab. Dia langsung pergi ke ruang penyidik.
