Varian Delta AY.4.2 Ada di 42 Negara: Terbanyak Inggris, Sudah Sampai Singapura
ยทwaktu baca 2 menit

Subvarian Delta atau AY.4.2 kini dikabarkan tengah dikhawatirkan oleh para peneliti lantaran diprediksi lebih ganas dari varian Delta itu sendiri.
Subvarian yang pertama kali dilaporkan pada 15 April 2020 hingga 2 Oktober 2021 menurut outbreak.info telah terdeteksi di total 42 negara dan 33 negara bagian di Amerika Serikat. Mutasi ini juga diketahui mulai kembali meningkat sejak Juli 2021.
Sampai dengan Senin (25/10) pukul 13:26 WIB, ada total 23.407 sampel AY.4.2 di seluruh dunia. Sejauh ini, subvarian Delta telah terdeteksi menyebar di kawasan Eropa. Inggris menjadi negara yang diketahui penyebarannya paling banyak.
Berdasarkan situs yang sama, per Senin (25/10) terdapat 21,848 sampel AY.4.2 di Inggris. Jumlah tersebut juga mendominasi hingga sekitar 96% dari seluruh sampel hasil sequencing yang terbukti merupakan AY.4.2 di seluruh dunia.
Denmark kemudian menyusul dengan jumlah sampel AY.4.2 sebanyak 237 sampel dan Jerman 232 sampel dengan persentase masing-masing 1%.
Inggris termasuk negara yang saat ini tengah menghadapi lonjakan kasus atau gelombang ketiga COVID-19. Per harinya, kasus yang bertambah bahkan mencapai 30.000 sampai 40.00o. Bahkan pada 21 Oktober 2021, tercatat ada penambahan kasus konfirmasi hingga 51.412 kasus.
AY.4.2 disinyalir menjadi salah satu penyebabnya. Sebab, menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris, per 27 September 2021, menyumbang hingga 6% dari hasil sequencing varian virus corona.
Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, mengatakan bahwa munculkan AY.4.2 di Inggris ini tak ada kaitannya dengan perjalanan. Artinya, penyebaran virus ini murni akibat penularan di tingkat komunitas.
Selain itu, AY.4.2 memang menunjukkan tanda-tanda mampu menyaingi varian Delta dalam hal penyebaran.
"Sejauh ini tidak berkaitan dengan perjalanan. Artinya ini sudah penularan komunitas di Inggris sendiri dan dari pola yang saya amati dari waktu ke waktu, Delta variant ini AY4.2 ini di per minggunya signifikan dari 3,8 ke 5%. Sampai di awal Oktober itu menunjukkan dia bisa berkompetisi dengan Delta," kata Dicky.
Hingga saat ini, menurut Dicky, subvarian Delta tersebut masih dalam penelitian, khususnya dalam bagaimana dampaknya terhadap vaksin dan juga pada anak.
Berikut merupakan daftar 42 negara yang telah terdeteksi AY4.2:
Inggris
Rumania
Polandia
Melawi
Bangladesh
Irlandia
Jerman
Italia
Denmark
Uganda
Slovakia
Belgia
Kosovo
Austria
Swiss
Luksemburg
Republik Ceko
Yunani
Spanyol
Portugal
Belanda
Aruba
Bulgaria
Norwegia
Prancis
Estonia
Lithuania
India
Rusia
Finlandia
Islandia
Afrika Selatan
Kroasia
Singapura
Turki
Amerika Serikat
Brasil
Swedia
Slovenia
Kanada
Australia
Jepang
