Venezuela Dianggap Kooperatif, Trump Batalkan Serangan Kedua

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump melambaikan tangan kepada wartawan saat tiba di Gedung Putih di Washington, DC, pada 4 Januari 2026. Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump melambaikan tangan kepada wartawan saat tiba di Gedung Putih di Washington, DC, pada 4 Januari 2026. Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan kedua ke Venezuela pada Jumat (9/1). Pembatalan dilakukan lantaran Venezuela dinilai sudah bersikap kooperatif.

Menurut Trump, sikap kooperatif Venezuela ditunjukkan dengan melepaskan sejumlah besar tahanan politik. Ia memandang langkah tersebut sebagai upaya mencari perdamaian.

“Ini adalah tindakan yang sangat penting dan cerdas. AS dan Venezuela bekerja sama dengan baik, terutama dalam hal membangun kembali infrastruktur minyak dan gas mereka dalam bentuk yang jauh lebih besar, lebih baik, dan lebih modern,” kata Trump di Truth Social, seperti dikutip dari AlJazeera.

Asap mengepul usai serangan Amerika Serikat di pelabuhan La Guaira, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Foto: Matias Delacroix/AP Photo

“Karena kerja sama ini, saya telah membatalkan gelombang serangan kedua yang sebelumnya diperkirakan akan terjadi. Serangan itu tampaknya tidak akan diperlukan. Namun, semua kapal akan tetap berada di tempatnya untuk tujuan keselamatan dan keamanan,” tambahnya dalam unggahan tersebut.

Amerika Serikat pada pekan lalu meluncurkan serangan udara ke Venezuela. Tindakan itu berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya. Keduanya kemudian dibawa ke AS untuk diadili atas kasus penyelundupan narkoba.

Adapun komentar terbaru Trump disampaikan beberapa jam setelah wawancaranya dengan Fox News. Dalam wawancara tersebut, Trump menyebut tokoh oposisi Venezuela, Maria Machado, akan melawat ke Washington pada pekan depan.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba Heliport Downtown Manhattan menuju Gedung Pengadilan Daniel Patrick Manhattan untuk menjalani sidang di Kota New York, Amerika Serikat, Senin (5/1/2026). Foto: Adam Gray/REUTERS

Dalam kesempatan yang sama, Trump mengungkap perusahaan minyak AS akan mengucurkan investasi senilai USD 100 juta di sektor minyak Venezuela. Ia bahkan mengaku telah menemui pimpinan perusahaan minyak raksasa AS di Gedung Putih pada Jumat (9/1).

Trump sebelumnya juga melontarkan pernyataan bahwa AS akan menguasai Venezuela setelah Maduro lengser. Bahkan Menteri Energi AS, Chris Wright, menegaskan industri minyak Venezuela akan dikendalikan oleh negaranya tanpa batas waktu.

Sementara itu, dalam wawancara dengan The New York Times pada Rabu (7/10), Trump mengakui AS memiliki hubungan baik dengan pemerintah sementara Venezuela. Saat ini Venezuela dipimpin oleh Delcy Rodríguez, yang merupakan wakil presiden di era Maduro.