Venezuela Gagalkan Rencana CIA

28 Oktober 2025 11:46 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Venezuela Gagalkan Rencana CIA
Venezuela mengatakan telah mengungkap operasi palsu menyerang kapal perang AS yang berlabuh di Trinidad dan Tobago dan menimpalkan kesalahan kepada Venezuela.
kumparanNEWS
Kapal perusak Angkatan Laut AS USS Gravely (DDG-107) tiba di pelabuhan Port of Spain, Trinidad dan Tobago, Minggu (26/10/2025). Foto: Andrea De Silva/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kapal perusak Angkatan Laut AS USS Gravely (DDG-107) tiba di pelabuhan Port of Spain, Trinidad dan Tobago, Minggu (26/10/2025). Foto: Andrea De Silva/REUTERS
ADVERTISEMENT
Venezuela mengeklaim telah menggagalkan rencana CIA terhadap negaranya. Otoritas Venezuela mengatakan telah mengungkap sebuah operasi palsu yang menargetkan kapal perusak AS, USS Gravely, yang berlabuh di Trinidad dan Tobago pada Minggu (26/10) lalu.
ADVERTISEMENT
Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengatakan sebuah sel yang didanai CIA berencana menyerang USS Gravely dan menimpalkan kesalahan kepada Venezuela.
Dikutip dari AFP, Selasa (28/10), Cabello mengatakan empat orang telah ditangkap tapi belum memberikan detail lebih lanjut terkait terduga tersangka.
Venezuela sering mengeklaim telah menangkap tentara bayaran yang didukung AS yang bekerja untuk mengganggu stabilitas Venezuela yang dipimpin Presiden Nicolas Maduro.
Kehadiran USS Gravely di Trinidad dan Tobago memicu kemarahan Venezuela. Venezuela menilai AS melakukan provokasi dan penempatan USS Gravely di Trinidad dan Tobago bertujuan untuk memprovokasi perang di Karibia.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro berinteraksi dengan para pendukungnya setelah memberikan suara dalam pemilihan parlemen negara tersebut, di Caracas, Venezuela, Minggu (25/5/2025). Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS
Berlabuhnya USS Gravely di Trinidad dan Tobago juga semakin memperdalam ketegangan antara negara itu dengan Venezuela. PM Trinidad dan Tobago, Kamla Persad-Bissessar, merupakan pengkritik Maduro dan pendukung Presiden AS Donald Trump, khususnya dalam upaya Trump melawan perdagangan narkoba di Karibia.
ADVERTISEMENT
Maduro kemudian mengumumkan menangguhkan perjanjian gas dengan Trinidad dan Tobago. Dia menuduh Persad-Bissessar mengubah negaranya menjadi kapan induk AS melawan Venezuela.
Sejauh ini, Pentagon telah mengerahkan tujuh kapal perang ke Karibia dan satu kapal ke Teluk Meksiko. AS juga mengumumkan kedatangan USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia, bersama armada pendampingnya.
Venezuela dan sejumlah pengamat meyakini pemerintah Trump memanfaatkan penempatan militer untuk menekan dan menggulingkan pemerintahan Maduro. AS hingga saat ini tidak mengakui Maduro sebagai presiden Venezuela yang sah.