Veronica Bawa Dokter Kunjungi Warga Sakit di Manggarai

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Veronica Tan di Manggarai (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Veronica Tan di Manggarai (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

Istri Calon Gubernur DKI Petahana, Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan, kembali blusukan. Vero membawa dokter untuk menemui beberapa warga sakit di wilayah Manggarai, Jakarta Selatan.

Mula-mula Vero mengunjungi seorang anak bernama AR, yang mengalami mikrosefalus. Mikrosefalus merupakan gejala fisik yang disebabkan oleh virus sehingga membuat perkembangan ukuran kepala seseorang tidak seperti manusia normal.

"Rawan kena udara enggak bagus," kata Wati, nenek AR di Manggarai, Kamis (6/4).

Veronica Tan di Manggarai (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Veronica Tan di Manggarai (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

Keluarga AR masih membayar iuran BPJS untuk berobat. Mendengar hal tersebut Vero langsung mengimbau keluarga AR untuk mengajukan BPJS tanpa iuran.

"Kalau enggak sanggup bisa diajukan saja, BPJS itu siapa saja yang mau masuk kelas 3 itu justru gratis," kata Vero.

Venita, dokter di tim kesehatan Veronica sempat memeriksa kondisi AR.

Veronica mengunjungi warga yang sakit (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Veronica mengunjungi warga yang sakit (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

AR yang kesulitan membuang dahak, menjadi perhatian khusus Vero. Vero pun memberikan Nebulizer atau alat uap yang digunakan untuk membantu mengeluarkan dahak dari tubuh.

Setelah dari kediaman keluarga AR, saat melanjutkan blusukan, Vero ditegur seorang perempuan paruh baya yang merupakan tenaga posyandu . "Ini mohon maaf, ini mohon diperhartikan tenaga karena kita kerja sosial," kata ibu tersebut.

"Di sini masih ada posyandu ibu?" tanya Vero. Lantas, Vero langsung berbicara kepada asistennya. "Tolong diperiksa," kata Vero.

Veronica Tan (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Veronica Tan (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

Kunjungan Vero pun diselingi dengan permintaan berswafoto. Vero terbuka dengan permintaan tersebut.

Vero kembali menelusuri kawasan pemukiman yang letaknya tidak jauh dari rel kereta Manggarai. Vero memasuki sebuah rumah, yang dihuni seorang ibu dengan penyakit paru-paru.

Veronica Tan blusukan ke Manggarai (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Veronica Tan blusukan ke Manggarai (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

"Ini TBC, ibu?" kata Vero kepada sang menantu. "Bukan," kata sang menantu.

"Ibu sehat ya Bu, jangan lupa makan," kata Vero kepada ibu yang mengidap penyakit paru-paru tersebut. Vero pun memberikan bantuan tabung oksigen kepada ibu tersebut.

Veronica Tan mengunjungi warga di Manggarai (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Veronica Tan mengunjungi warga di Manggarai (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

Di tempat terakhir, Vero mengunjungi seorang ibu bernama Zubaidah yang tidak bisa melihat dari usia 15 tahun.

Zubaidah bercerita dahulu dia sempat bekerja menjadi tukang pijat. Hanya saja panti tempat dia bekerja kebakaran.

"Nanti kita lihat kita bisa bantu apa ya Bu," kata Vero.

Dokter di tim kesehatan Vero, Venita, menjelaskan bahwa pihaknya akan berupaya bisa membantu warga yang dikunjungi. Misalnya untuk kasus Zubaidah yang tidak bisa disembuhkan, pihaknya berupaya membuat warga yang dikunjungi bisa hidup dengan nyaman.

Veronica Tan mengunjungi warga sakit di Manggarai (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Veronica Tan mengunjungi warga sakit di Manggarai (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

"Walaupun tidak bisa disembuhkan, tapi paling tidak kita bisa membuat hidup nyaman," kata Venita.

Mengenai pekerjaan Zubaidah, Venita juga menjelaskan pihaknya akan berupaya mencarikan pekerjaan cocok yang bisa dilakukan Zubaidah. "Pekerjaan bukan masalah uang saja, tapi juga eksistensinya bisa berguna," kata Venita.

Baca juga:

Membandingkan Strategi Kampanye Veronica dan Fery Farhati

Alasan Ahok Sering Besuk Orang Sakit saat Kampanye