news-card-video
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Vertikal-Roof Garden di Jakarta Akan Dihitung Sebagai Ruang Terbuka Hijau

22 April 2021 16:53 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanam Pohon Loa di Bantaran Kali Ciliwung, Taman Maju Bersama (TMB) Gintung, Jakarta Selatan, Senin (22/3). Foto: PPID DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanam Pohon Loa di Bantaran Kali Ciliwung, Taman Maju Bersama (TMB) Gintung, Jakarta Selatan, Senin (22/3). Foto: PPID DKI Jakarta
ADVERTISEMENT
Cakupan luas ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta ke depan tak lagi hanya dihitung dari luas tanah yang ditanami pohon, tapi juga seluruh titik yang terdapat pohon.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati menjelaskan, nantinya luasan RTH di Jakarta juga akan menghitung vertical garden hingga roof garden. Jadi bukan hanya luasan tanah tapak yang dihitung.
Perawat satwa memegang kelinci di Taman Kelinci Bambu Apus, Cipayung, Jakarta, Jumat (27/11). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
"Ke depan kita enggak bicara lagi RTH kepada land, tapi pada cakupan hijau. Sehingga kita bisa menambah luasan RTH. Jadi ke depan memang sudah ada langkah atau rencana aksi Dishut," ujar Suzi dalam diskusi virtual, Kamis (22/4).
"Jadi untuk nambah RTH bukan hanya perluasan, tapi pembuatan vertical garden, kemudian roof garden, rain garden, bench well untuk menyumbang ekologi perkotaan," lanjutnya.
Sehingga penghitungan RTH di Jakarta akan dihitung berdasarkan penyumbang ekologi di Jakarta. Salah satunya untuk menurunkan suhu perkotaan.
ADVERTISEMENT
"Jadi enggak lagi RTH terbatas lahan, dan anggaran ke depan kita akan hitung RTH dengan cakupan hijau bisa dengan retention pond, vertical drainage. Jadi itu penyumbang ekologi untuk perkotaan dan menurunkan suhu perkotaan," terangnya.
Keluarga menikmati waktu santai di Taman Honda. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Pihaknya juga akan mulai melakukan penataan hutan hingga makam kota untuk menambah pohon di Jakarta. Pemprov sendiri menargetkan 200 ribu pohon baru di Jakarta sampai 2022.
"Ke depan kita akan lakukan penataan pada makam dan hutan. Jadi lokasi-lokasi yang kita beli terdahulu melalui pengadaan akan segera kita hijaukan. Jadi kita dapatnya hijau itu dari taman hutan," jelasnya.