Video Bocah Disuapi Kecebong Picu Kontroversi di China

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Sebuah video tersebar di media sosial China, memperlihatkan seorang dewasa menyuapi bocah dengan kecebong. Video itu lantas memicu kontroversi, tidak sedikit yang menghujat tindakan tersebut.

Dikutip dari Straits Times, Rabu (4/4), video itu tersebar di Sina Weibo, Youtube, Facebook dan medsos lainnya. Terlihat wanita dewasa itu membawa mangkuk kecil berisi kecebong hidup, yang masih berenang.

Dia lalu menyendokkan kecebong itu satu-satu ke mulut bocah itu yang langsung menelannya. Tidak diketahui kapan dan di China bagian mana peristiwa itu terjadi.

"Ikan kecil, ikan kecil," kata wanita itu kepada si bocah.

Peristiwa itu memicu hujatan di kalangan netizen China. "Orang dewasa ini jelas tidak punya otak," kata seorang pengguna Facebook.

"Anak ini kasihan. Anggota keluarganya bodoh!" kata netizen lainnya.

Seorang dokter spesialis anak Dr Pei di akun Weibonya pada Minggu lalu ikut bersuara terkait video itu. Menurut dia, penggunaan kecebong sebagai obat telah disinggung di buku berjudul Ikhtisar Materia Medica yang ditulis oleh ahli herbal zaman Dinasti Ming Li Shizhen di tahun 1500-an.

Ilustrasi kecebong. (Foto: Pixabay)

Dalam buku itu disebutkan kecebong digunakan untuk mengobati luka dan penyakit tukak lambung. Namun menurut buku tersebut, penggunaan kecebong bukan dengan cara dimakan mentah-mentah, tapi ditumbuk hingga menjadi pasta dan dioles ke luka.

"Memakan kecebong hidup seperti itu, apalagi untuk anak-anak, dapat menyebabkan infeksi bakteri dari tubuh kecebong," kata Dr Pei.

Dia kemudian memperlihatkan gambar infeksi parasit dalam perut salah satu pasiennya. "Hal ini bisa disebabkan memakan kecebong, katak, atau ular hidup," kata dia lagi.

Dalam studi medis lainnya di China menunjukkan kecebong mengandung plerocercoids, larva cacing pita.

Ilustrasi kecebong. (Foto: Pixabay)