Video: Detik-detik Pelepasan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 98

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Samudera Shipyard hari ini melepas kapal perintis tipe 1.200 Gross Ton (GT) bernama Sabuk Nusantara 98 di Galangan Kapal KPT Yasa Wahana Tirta Samudera di Tanjung Emas, Semarang. Kapal tersebut merupakan kapal kedua pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang rencananya akan beroperasi pada awal tahun 2018.

Samudera Shipyard merupakan lini bisnis Samudera Indonesia yang bergerak di bidang pembangunan, perawatan dan perbaikan kapal.

Adapun acara pelepasan dilakukan oleh sejumlah pejabat dari Samudera Shipyard, seperti Direktur Utama Samudera Shipyard Bani Maulana Mulia, Direktur Pengelola Samudera Shipyard Musthofa, serta perwakilan dari Kemenhub.

Acara pelepasan kapal tersebut dimulai pukul 11.30 WIB. Diawali dengan sejumlah awak kapal yang melepas stopblock (kayu penahan kapal) dan menggunting tali penahan kapal.

Pelepasan kapal tersebut disebut dengan istilah end launching atau peluncuran memanjang, dari daratan ke laut. Sontak acara tersebut mengundang perhatian sejumlah tamu hadirin yang telah datang.

"Dengan ini secara resmi kapal perintis Sabuk Nusantara 98 resmi diluncurkan," ujar pemandu acara dalam kegiatan tersebut di Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/10).

Peluncuran Kapal Sabuk Nusantara 98 (Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)

Untuk diketahui, kapal perintis ini memiliki panjang 62,8 meter, lebar 12 meter, kecepatan 12 knot, dan kapasitas penumpang 404 orang dan barang 200 ton. Sebelumnya pada bulan Juni 2017, Samudera Shipyard telah meluncurkan kapal pertama yang diberi nama Sabuk Nusantara 106.

Direktur Pengelola Samudera Shipyard, Musthofa, mengatakan nilai kontrak untuk membuat Sabuk Nusantara 98 ini sebesar Rp 54 miliar. Adapun kontrak tersebut dilakukan sejak 2015.

”Proses pembangunan dua kapal ini dikerjakan secara bersamaan, namun proses peluncuran tidak dilaksanakan secara bersamaan, hal ini disesuaikan dengan proses pengujian peralatan utama kapal oleh tenaga ahli dari masing-masing pabrik pembuat. Proses pengujian harus memenuhi persyaratan dan peraturan dari Biro Klasifikasi Indonesia dan Perhubungan Laut," ujar Musthofa.

Nantinya, Sabuk Nusantara 98 akan digunakan untuk mendukung program Tol Laut Presiden Jokowi. Dengan adanya kapal perintis tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di wilayah Timur Indonesia dan membuat harga-harga menjadi lebih murah.