Video: Hapus Tato untuk Hijrah di Masjid Cut Meutia
Kegiatan layanan hapus tato di Masjid Cut Meutia, Menteng masih berlangsung hingga siang ini. Setiap peserta bergantian masuk ke tempat penghapusan tato.
Menghapus tato ternyata rasanya lebih sakit dari pada saat membuat tato. Hal tersebut diungkapkan oleh Muhammad Alzaid yang berasal dari Jakarta Pusat setelah tato di lengannya dihapus.
“Yaa sakit mas, kayak terkejut awalnya itu kena laser. Lebih sakit dari waktu awal nato. Pertama tadi saya sampai tutup mata,” kata Alzaid di lokasi, Sabtu (27/1).
Alzaid memang sengaja ingin menghapus tatonya karena memang ingin berubah menjadi lebih baik lagi. Namun, keinginannya untuk membersihkan seluruh tubuhnya dari tato harus tertunda karena hari ini ia hanya bisa menghapus tato di lengannya. Sedangkan lukisan di punggungnya masih belum terhapus.
“Yang belakang belum mas, katanya ini banyak yang hapus tato jadi gantian. Mungkin lain kali,” ujar Alzaid.
Sementara itu Sigit yang bekerja sebagai ojek online mengungkapkan keinginan menghapus tatonya karena ingin jadi panutan keluarga. Ia lebih tenang saat menghadapi laser yang menghapus tatonya.
“Saya ingin hijrah aja sih bang biar lebih baik. Kan punya anak juga nggak enak bapaknya punya tato kayak gini mau jadi apa. Saya juga pengen jadi panutan, jadi imam yang baik buat keluarga saya,” terang Sigit.
Dalam lima hari setelah dihapus, luka dari bekas tato tersebut akan kering. Kegiatan layanan hapus tato diselenggarakan oleh Majelis Taklim Telkomsel (MTT) dan Islamic Medical Service (IMS). Saat ini acara masih berlangsung.
