Video Menyusuri Jalan Perbatasan RI-Malaysia

Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan membentang sepanjang 1.900 kilometer. 849 kilometer diantaranya berada di wilayah Kalimantan Barat. Pembangunan jalan baru, pelebaran, dan perbaikan terus dilakukan.
Menyusuri jalur perbatasan di wilayah Kalimantan Barat memang cukup melelahkan sekaligus mengesankan. Bersama rombongan dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kumparan (kumparan.com) menjajal beberapa ruas jalan perbatasan.
Rute yang dilalui adalah Nanga Era- Perbatasan Kalimantan Timur (107,36 km), Putussibau-Badau (162,49 km), Putusibau-Nanga Era (31,64 km), Nanga Badau-Nanga Kantuk- Merakai (60 km).
Baca juga Sulitnya Bangun Jalan Perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat Wajah Indonesia di Pos Perbatasan RI-Malaysia Hari 2 Ekspedisi Perbatasan RI-Malaysia: Jalan Mulus di Tapal Batas
Dari mulai jalanan beralas tanah merah licin dan bebatuan, hingga ruas jalan yang sudah mulus beraspal kami lalui. Ada pula jalanan yang sama sekali belum tembus dan masih dalam proses land clearing. Pembangunan jalan dilakukan Kementerian PUPR bekerja sama dengan Zeni TNI AD.
Kepala Bidang Pembangunan dan Pengujian Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI, Nanang Handono Prasetyo, mengatakan pembangunan jalan perbatasan kini semakin dipercepat untuk mencapai target penyelesaian pada 2018.
Berdasarkan data kementerian, pembangunan jalan paralel perbatasan Kalimantan dari Temajuk-Batas Kalimantan Timur sepanjang 849,76 km telah tembus pada 2016, 289,3 diantaranya sudah beraspal dan tembus dengan kondisi agregat perkerasan tanah sepanjang 371,85 km. Sisanya 188,61 km belum tersambung.
"Kami akan melakukan percepatan sampai dengan 2018 bisa selesai dicapai. 42 persen itu aspal, 58 persen agregat," kata Nanang Handono Prasetyo, Jumat (28/4).
