Video: Penampakan 'Apotek Sabu' di Buleleng, Bali saat Digerebek BNN

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

BNN Bali menggerebek sebuah rumah di Jalan Gajah Mada, Banjar Penataran, Desa Kendran, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Sabtu (28/5). Rumah itu biasa digunakan sebagai tempat transaksi narkotika jenis sabu.

Kepala BNN Bali Brigjen Gede Sugianyar menyebut, rumah ini sebagai 'apotek sabu'. Sebab transaksi jual-beli sabu rutin dilakukan di rumah tersebut.

Bahkan, pengelola menyediakan dua bilik di dalam rumah agar para pelanggan bisa mengkonsumsi sabu.

BNN Bali mengeledah rumah bak apotek sabu di Jalan Gajah Mada, Banjar Penataran, Desa Kendran, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali. Foto: Dok. BNN Bali

"Kalau biasanya kasus yang kita temukan adalah penjualan dengan sistem tempel dan kasus ini jaringannya menggunakan sistem apotek. Artinya mereka menjual langsung kepada pemakainya di tempat dan bahkan bisa disiapkan fasilitas untuk pemakaian di rumah," kata dia di Gedung BNN Bali, Selasa (31/5).

Kepala BNN Bali Brigjen Gede Sugianyar (dua dari kanan) dan Kabid Pemberantasan BNNP Bali I Putu Agus Arjaya (paling kanan) saat rilis kasus apotek sabu di BNN Bali. Foto: Denita br Matondang/kumparan

Ternyata salah satu pelanggannya berinisial PA merupakan anak dari anggota Komisi III DPRD Kabupaten Buleleng.

"Jadi yang ditanyakan (identitas PA) tadi itu adalah kapasitasnya adalah pembeli," kata Kepala BNN Bali Brigjen Gede Sugianyar saat ditanya wartawan soal identitas PA di Gedung BNN Bali, Selasa (31/5).

Sugiantar menuturkan, identitas PA terungkap saat penyidik menganalisa data-data nama pelanggan di buku dan ponsel milik pengelola apotek berinisial TOM (50). Penyidik lalu menghubungi PA dan pelanggan lain untuk melakukan tes urine.