Video Tawuran 'Semarang Belum Tidur' Ramai Diperbincangkan, Polisi Selidiki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar aksi tawuran yang viral di media sosial. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar aksi tawuran yang viral di media sosial. Foto: Dok. Istimewa

Beredar di media sosial aksi tawuran yang melibatkan dua kelompok pemuda di Kota Semarang, Jawa Tengah. Puluhan orang itu juga membawa senjata tajam dan petasan.

Dalam video yang beredar itu, ada dua gerombolan yang saling serang dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit. Tak hanya itu, mereka juga menggunakan petasan untuk menyerang.

Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara, Iptu Kumaidi. yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu.

Aksi tawuran itu terjadi pada Minggu (27/8) dini hari. Lokasinya, di jembatan layang pintu dua Jalan Yos Sudarso Kecamatan Semarang Utara.

"Kami telah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi," ujar Kumaidi kepada wartawan, Selasa (29/8).

Ia menyebut, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pihaknya juga belum mengetahui identitas para pelaku yang terlibat dalam tawuran tersebut.

X post embed

"Tidak ada korban jiwa. Sampai saat ini belum ada korban yang melaporkan akibat dari kejadian itu. Kita belum tahu itu yang tawuran antara mana dengan siapa," jelas dia.

Ia mengaku sebenarnya polisi sudah mengetahui soal adanya rencana tawuran tersebut. Pihaknya juga telah melakukan patroli, namun ternyata aksi tawuran itu justru berpindah ke lokasi yang ada di dalam video.

"Kita memang sudah tahu kalau mau ada tawuran itu, kita juga sudah patroli di lokasi. Tapi sebelum tawuran itu ada kebakaran lalu kita pindah ke sana. Lalu pas ada laporan tawuran masuk kita ke sana sudah sepi tidak ada kejadian," imbuh dia.

Untuk mencegah peristiwa tawuran itu terjadi, polisi saat ini fokus melakukan patroli di jalanan.

"Kita saat ini fokus lakukan pengamanan agar peristiwa itu tidak terulang lagi," kata dia.