Vidprevtyn, Vaksin Corona Terbaru yang Diklaim Ampuh Lawan Omicron dan Delta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi virus corona Omicron.
 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus corona Omicron. Foto: Shutterstock

Dunia kembali hadirkan dengan vaksin terbaru yang setelah diuji klinis mampu menunjukkan perlindungan yang kuat terhadap COVID-19. Hadirnya vaksin terbaru ini menjadi kabar baik dan sebuah harapan dalam melawan COVID-19.

Sanofi dan GSK, perusahaan farmasi di Eropa, telah mengumumkan hasil positif dari uji klinis tahap akhir dari vaksin baru yang akan diberi nama Vidprevtyn. Perusahaan tersebut berencana untuk meminta izin pengambilan gambar di AS dan Eropa.

Vidprevtyn merupakan vaksin subunit protein atau vaksin yang menggunakan fragmen protein tidak berbahaya yang mampu mengajarkan sistem kekebalan cara mengenali dan melawan virus SARS-CoV-2. Vaksin ini dapat disimpan pada suhu lemari es, sehingga akan lebih mudah digunakan di area yang tidak memiliki akses ke penyimpanan ultra dingin.

Dikutip dari CNN Health, Jumat (25/2), Sanofi dan GSK mengandalkan teknologi yang lebih familiar dan diharapkan bahwa masyarakat yang sebelumnya telah menolak jenis vaksin COVID-19 lainnya dapat merasa lebih cocok dengan vaksin jenis ini.

Sebelumnya pengembangan Vidprevtyn ini sempat tertunda karena hasil dari formulasi awal yang tidak menghasilkan respon imun yang kuat pada orang dewasa maupun lansia.

Maka dari itu, perusahaan merumuskan dan mulai menguji lagi hingga hasil terbaru datang dari uji coba fase 3 yang dimulai pada Mei 2021. Hasil tes menunjukkan bahwa vaksin ini tahan terhadap beberapa varian, termasuk Delta dan Omicron.

"Kami sangat senang dengan data ini, tidak ada studi kemanjuran Fase 3 global lainnya yang telah dilakukan selama periode ini dengan begitu banyak varian yang menjadi perhatian, termasuk Omicron, dan data kemanjuran ini mirip dengan data klinis terbaru dari vaksin resmi." kata Thomas Triomphe, Wakil Presiden Eksekutif Sanofi.

Vaksin ini diberikan dalam dua dosis secara tiga minggu terpisah. Pada uji vaksin coba fase 3, Sanofi dan GSK mendaftarkan lebih dari 10.000 orang dewasa di AS, Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Setelah orang yang tidak memiliki antibodi terhadap virus SARS-CoV-2 diberikan dua dosis vaksin ini, maka vaksin terbaru ini 58% efektif mencegah gejala COVID-19, 75% efektif mencegah COVID-19 sedang atau berat. Dan 100% efektif melawan penyakit COVID-19 yang parah hingga di rawat inap.

Perusahaan tersebut menyatakan bahwa vaksin baru ini bekerja dengan baik dan meningkatkan antibodi penetralisir sebesar 18 hingga 30 kali lipat apabila diberikan kepada orang yang telah mendapatkan vaksin vektor Pfizer, Moderna atau adenovirus seperti Johnson & Johnson dan AstraZeneca. Selain itu, tidak ada masalah keamanan yang diidentifikasi dalam uji coba.

Pihak Sanofi dan GSK menyatakan hasil lengkap dari uji coba akan dipublikasikan tahun ini. Pihaknya menggunakan dana 2,1 miliar Dollar AS dari Operation Warp Speed untuk mengembangkan vaksin ini.

Perusahaan tersebut telah memproduksi dan merilis 100 juta dosis dan berencana untuk memasok hingga 400 juta dosis lebih sebagai upaya penting untuk mempercepat vaksin yang efektif melawan COVID-19 ke AS dan seluruh dunia.

Reporter: Devi Pattricia