Vihara di Cilincing Terbakar Diduga akibat Korsleting, Kerugian Capai Rp 1,05 M
·waktu baca 1 menit

Kebakaran menghanguskan sebuah vihara di Jalan Cilincing Lama, Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (9/6) dini hari. Diduga, api berasal dari korsleting listrik.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 1,05 miliar.
Kasi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima pihaknya pada pukul 01.24 WIB.
“Sebab (kebakaran) fenomena listrik,” kata Gatot dalam keterangannya, Senin (9/6).
Menurut laporan yang diterima Gulkarmat, api pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Dimas yang tengah tidur. Ia mendengar suara seperti hujan, lalu terbangun dan melihat api sudah membesar di bagian plafon altar.
“(Dimas) kemudian turun ke lantai bawah untuk melapor ke pak haji, kemudian melapor ke pak RW, kemudian pak RW melaporkan ke pemadam kebakaran,” jelas Gatot.
Sebanyak 13 unit mobil pemadam dan 47 personel dikerahkan ke lokasi. Unit pertama tiba pada pukul 01.30 WIB dan pemadaman mulai dilakukan sejak pukul 01.36 WIB. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 02.04 WIB dan proses pendinginan berlangsung hingga pukul 03.14 WIB.
Meski bangunan vihara hangus terbakar, tidak ada korban luka maupun jiwa. Sebanyak 130 jiwa dilaporkan berhasil diselamatkan dalam insiden ini.
