Viral 32 ART Disebut Disekap di Ruko Gunung Putri Bogor, Polisi Gerebek Lokasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penyekapan. Foto: zef art/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyekapan. Foto: zef art/Shutterstock

Sebanyak 32 asisten rumah tangga (ART) disebut disekap di sebuah ruko di kawasan Cibubur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Video kondisi ART itu viral di media sosial.

Video yang diunggah akun TikTok @nettynovianty49gmail.com mengatakan para ART yang disekap meminta tolong. Mereka baru bisa bebas bila membayar sejumlah uang.

“Tolong kami terjebak di yayasan, kalau mau keluar harus tebus harus bayar tolong viralkan,” tulis akun tersebut.

Perusahaan penyalur legal

Setelah video viral, Polsek Gunung Putri dan Polres Bogor bergerak ke lokasi.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan, petugas langsung mendatangi lokasi di Vila Nusa Indah 5, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (13/7).

"Kami dari Polsek dan Polres sudah datangi lokasi dan melakukan pemeriksaan di lokasi. Di lokasi petugas juga mengecek kelengkapan surat-surat perusahaan penyalur ART tersebut. Dari hasil pengecekan, penyekapan itu tidak benar alias hoaks,” jelas Kapolsek.

Polisi juga telah memeriksa pemilik perusahaan penyaluran tersebut. Dari hasil pemeriksaan, pihak perusahaan penyalur ART membenarkan bahwa yang membuat video itu merupakan calon ART yang ada di lokasi tersebut. Pihak penyalur menjelaskan ART tersebut berasal dari Tangerang.

"Jadi dia (pembuat video) tiba perusahan itu pada Senin (10/7/23), dan langsung bekerja di kediaman seorang ibu di daerah Slipi, Jakarta Barat, pada Selasa (11/7/23),” paparnya.

Perusahaan membantah adanya penyekapan. Polisi juga sudah memeriksa legalitasnya, perusahaan sudah mengantongi izin.

Polisi lalu mengecek surat perjanjian pengambilan tenaga kerja ART tersebut antara ART yang mengunggah video dan perusahaan.

“Kami sudah periksa semuanya legal,” jelasnya.

Soal motif ART mengunggah video, hal tersebut masih didalami oleh polisi.