Viral Bule Promosi Situs Porno di Canggu Bali, Sandiaga: Akan Diinvestigasi

18 Mei 2024 17:41 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi video porno. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi video porno. Foto: Getty Images
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sejumlah foto yang memperlihatkan dua perempuan berkebangsaan asing atau WNA mempromosikan situs porno viral di media sosial. Foto itu diduga diambil di Desa Canggu, Kabupaten Badung, Bali.
ADVERTISEMENT
Dalam foto itu tampak kedua perempuan yang berpakaian serba minim itu berjalan dan berpose di pinggir jalan sambil membawa kertas bertuliskan "Who needs Porn Hub in Bali".
Selain itu, sebuah video memperlihatkan dua perempuan asing lainnya memakai bikini berpose seksi di Pertamini. Salah satu perempuan itu bahkan menyiram temannya dengan cairan yang berasal dari tabung Pertamini. Biasanya tabung itu berisi bahan bakar motor (BBM).
Merespons hal itu, Menparekraf Sandiaga Uno menyayangkan perilaku bule tersebut. Ia mengatakan, perbuatan mereka tidak bisa diterima. Ia berjanji akan memberikan hukuman terhadap para pelaku yang terlibat dalam pembuatan foto dan video tak senonoh itu.
"Sangat-sangat menyayangkan, prihatin dan ini perlu diberikan sanksi yang tegas, karena ini tidak bisa diterima bukan hanya di Bali tapi seluruh wilayah nusantara," kata Sandi di Bali, Sabtu (18/5).
ADVERTISEMENT
Sandiaga mengaku sudah memerintahkan pemerintah daerah setempat mengumpulkan data WNA dan segera mengambil langkah penyelidikan lebih lanjut.
"Itu kita akan tindak lanjuti, kita akan tindak tegas ini sekarang lagi dikumpulkan data-datanya akan kita investigasi seperti," sambungnya.
Dia berharap baik masyarakat dan pemerintah berkolaborasi mengedukasi para bule agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar peraturan di Indonesia.
"Kalau memang di ruang privat ini kita mengalami kesulitan makanya kita ingin menggandeng komunitas ikut bisa mengawasi termasuk pegiat media sosial. Apalagi di ruang publik tentu komunitas adat aparat bisa memantau ini karena destinasi wisata ini kan sangat luas" katanya.