Viral Cerita Para Pengunjung Sakit Perut Usai Makan di PKB Art Centre Bali

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Jajanan di bazar : Safira Maharani/ kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jajanan di bazar : Safira Maharani/ kumparan

Pengunjung stand kuliner Pesta Kesenian Budaya (PKB) di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Kota Denpasar, Bali, mengeluh sakit perut usai menyantap makanan yang dibeli di sana. Makanan yang dibeli adalah olahan seafood, yakni bakso ikan dan cumi.

Salah satu pengunjung menceritakan kondisinya di akun TikTok dan viral. Menurutnya, saat malam hari dia datang ke PKB untuk menikmati sejumlah jajanan. Namun pagi harinya dia terpaksa dilarikan ke IGD karena sakit perut dan diare.

Kata kunci "beli makanan di PKB sakit perut" masuk dalam kategori pencarian di akun Tiktok. Selain itu, ada juga warganet yang mengunggah adanya ulat dari makanan yang dibeli di PKB.

Salah satu pengunjung PKB yang tak mau namanya disebut, mengaku sempat tiga kali sakit perut usai mengkonsumsi makanan di sana.

"Aku tiga kali beli makanan di situ (PKB) hari pertama dan kedua beli makanan seafood saos Thailand, di depan stand kuliner Bali. Lalu selang beberapa minggu tepatnya tanggal 24 Juni 2022 kemarin membeli makanan seafood itu lagi tapi di stand makanan Pasar Malam Kedaton," katanya kepada wartawan, Rabu (29/6).

Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, Bali. Foto: denpasarkota.go.id

Dia mengaku membeli makanan yang sama sebanyak tiga kali karena jatuh cinta dengan makanan olahan seafood. Ia ingin mencari makanan olahan seafood paling enak di PKB. Sayangnya, makanan di PKB tak senikmat di stand-stand kuliner festival lainnya.

"Makanan di sana enggak ditutup, padahal ada lalat beterbangan. Lalu ketika mencoba makanan ketiga kalinya saya merasakan diare hebat sampai maaf, tekstur diarenya cair banget. Padahal, kalau aku makan mi super pedas aku jarang sakit perut," katanya.

Dia bersyukur rasa sakit perut yang dirasakan cukup ringan karena tak harus ke dokter atau mengkonsumsi obat. Kini, ia memilih tak membeli makanan di PKB.

"Sakit yang pertama dan kedua itu aku pikir mungkin memang perutku yang bermasalah tapi ini kan sudah nyoba ke tiga kali, cuma ya aku kapok lah beli makanan di sana. Enggak mau lagi," katanya.

Tanggapan Kadisbud Bali

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha mengaku sudah mendengar viralnya keluhan pengunjung yang sakit perut usai mengkonsumsi makanan di stand kuliner PKB. Arya membantah para pengunjung sakit perut disebabkan makanan yang berasal dari PKB.

"Enggak ada itu (pengunjung sakit perut setelah mengkonsumsi makanan di PKB) berapa orang di antara jutaan orang yang berkunjung ke sana (mengeluh sakit perut)," katanya saat dihubungi.

Kadisbud Bali Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan

Arya mengatakan, secara rutin mengawasi kebersihan makanan di PKB. Menurutnya, seluruh makanan yang dijual telah higienis.

"Kita sudah cek semua makanannya. Higienis semua. Kita coba (makanan) setelah ada berita (viral) semua makanan, mana yang menyebabkan sakit perut? Itu mungkin dia sakit perut dari rumah. Enggak ada makanan di PKB yang tidak higienis. Mungkin ada bawa makanan dari luar, banyak juga warung-warung di sana, kalau kuliner PKB kan sedikit, semua sudah terpantau," kata Arya.

Arya mengatakan, ada 27 stand kuliner yang dinyatakan lolos seleksi sebagai penunjang penyelenggaraan PKB. Arya enggan membeberkan secara detail indikator yang dijadikan ukuran untuk lolos seleksi.

Ia menegaskan, akan meningkatkan pengawasan kebersihan pangan untuk mencegah para pengunjung sakit usai mengkonsumsi makanan di PKB.

"Sekarang tetap kita ada pengawasan, apalagi ada itu (viral). Coba akan kita imbau nanti yah (terkait kebersihan pangan)," katanya.