Viral Foto Gunung Slamet Gundul, Dinas ESDM Jateng: Bukan Tambang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar titik gundul di lereng Gunung Slamet di Google Earth. Dok: Google Earth
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar titik gundul di lereng Gunung Slamet di Google Earth. Dok: Google Earth

Beredar foto titik di lereng Gunung Slamet yang gundul diduga karena aktivitas tambang ilegal. Foto viral itu memperlihatkan gurat cokelat menyerupai jalan di tengah hamparan hijau pegunungan.

Terkait hal ini, Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Slamet Selatan, Mahendra Dwi Atmoko, memberikan penjelasan.

Mahendra membantah gurat kecoklatan itu karena aktivitas tambang. Ia menyebut, itu bekas pembukaan akses jalan proyek panas bumi pada 2018 dan kini sudah kembali menghijau.

"Itu sebenarnya gambar tahun 2018. Waktu itu pembukaan akses jalan proyek panas bumi. Sekarang sudah hijau lagi, sudah jadi rumput lah bahasanya. Kalau dibilang tambang, salah besar itu," ujar Mahendra.

Ia menjelaskan, isu tersebut muncul karena di Banyumas sedang ramai aktivitas tambang galian C di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang.

"Yang viral itu yang Gandatapa. Kadang-kadang gambar panas bumi yang cokelat-cokelat itu disandingkan dengan tambang di Desa Gandatapa. Padahal itu dua hal berbeda," jelas dia.

Ia mengakui meski tambang Gandatapa itu berizin namun teknik penambangannya yang dinilai tidak aman bagi pekerja karena rawan longsor.

"Kita temukan teknik penambangannya tidak baik. Bukan mengancam masyarakat, tapi pekerjanya. Nanti akan kita beri teguran agar ditata lagi. Mengancam keselamatan pekerja karena lerengnya terlalu tinggi dan terjal. Jadi nanti kalau lereng di atasnya runtuh, pekerja di bawahnya bisa terkena dampaknya," sebut dia.

Ia pun memastikan, aktivitas tambang di Banyumas berskala kecil dan tidak akan menyebabkan bencana seperti di Sumatera.

"Luas izin tambang paling 5 hektare, bukaan aktif baru sekitar 2 hektare. Untuk sampai menyebabkan longsor seperti di Sumatera itu masih jauh," kata dia.