Viral Foto Gunung Terlihat di DKI, Kini Muncul Jakarta Pangrango Photo Challenge

Foto pemandangan Gunung Gede Pangrango milik fotografer Ari Wibisono yang diunggah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menuai kontroversi. Sejumlah pihak menyebut foto tersebut merupakan tempelan.
Meski begitu, Ari membantah foto tersebut merupakan tempelan. Menurutnya foto itu diambil dari flyover HBR Motik Kemayoran, Jakarta Utara.
Usai viralnya foto tersebut, akun Instagram Jakarta Content Creator Community mengunggah poster berupa kompetisi Jakarta Pangrango Photo Challenge. Lomba itu dibuka dalam periode 18-22 Februari 2021. Pemenang kompetisi itu berhak mendapatkan hadiah Rp 500 ribu.
PERSYARATAN : JAKARTA-PANGRANGO PHOTO CHALLENGE ! 👇
Foto boleh diambil di sudut manapun di Jakarta (wajib sebutkan lokasi pengambilan foto)
Boleh mengunakan kamera apapun
Foto editing hanya boleh mengubah tone warna, bukan kolase objek foto
Periode upload 18 - 22 Februari 2021
Gunakan hestek #bukantempelan #jcccommunity
Wajib mention dan follow akun IG @jcccommunity
Pengumuman pemenang tanggal 23 Februari 2021
Wajib menjaga protokol kesehatan ya kalo motret. Kalau berkerumun, ga jaga jarak, ga pake masker dan males cuci tangan akan dilaporkan agar dibubarkan
Selalu jaga keselamatan dalam beraktifitas di luar rumah ya
Ketua Jakarta Content Creator Community, Rifky Widianto mengatakan ide awal dari challenge tersebut untuk memotivasi teman-temannya untuk menikmati pemandangan Jakarta dengan cara berbeda di pagi hari. Yakni, dengan hunting foto ke sejumlah spot menggunakan peralatan kamera.
"Itu kan awalnya aku sering ambil foto pagi Jakarta pas cuaca bersih keliatan gunung memotivasi teman lain ikutan juga bangun pagi motret gunung pakai tele segala macem, pakai tele nyari spot akhirnya kejadian lah ini foto yang lagi viral itu kan Ari Wibisiono," ujar Rifky kepada kumparan, Kamis (18/2).
Ia menambahkan, penilaian dari kompetisi ini meliputi adanya foreground suasana kota Jakarta dan pemandangan Gunung Gede Pangrango sebagai background. "Komposisi, teknik, dan satu lagi tidak boleh kolase atau tempelan," tegasnya.
Rifky mengimbau bagi publik yang ikut dalam kompetisi ini untuk menjalankan protokol kesehatan terutama menjaga jarak saat pengambilan foto. Selain itu, aspek keamanan juga perlu diperhatikan.
"Temen temen diperhatikan safety , keselamatan diri dan orang lain sebisa mungkin dijaga," pungkasnya.
