Viral Jenazah di Sumut Utuh Padahal Sudah 20 Tahun Dikubur, Ini Faktanya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemakaman Tegal Alur di Jakarta. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemakaman Tegal Alur di Jakarta. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Sebuah video berisi narasi jenazah pria masih utuh meski telah 20 tahun dikubur viral di media sosial. Video tersebut diabadikan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut).

Di dalam video tampak masyarakat mengerubungi TPU. Mereka tengah melihat kuburan yang longsor. Di lokasi longsor tersebut, terlihat satu kain kafan yang utuh. Kain itu milik jenazah yang sudah 20 tahun meninggal dunia.

Dalam narasi di video itu, dijelaskan bahwa jenazah di dalam kain kafan itu masih utuh.

“Lazimnya mayat yang sudah 20 tahun terkubur di tanah sudah tidak utuh lagi,” demikian dikutip dari video tersebut.

Apakah benar demikian?

Camat Bilah Barat, Labuhanbatu, M Nur mengatakan peristiwa ditemukannya kafan tersebut terjadi sekitar sepekan lalu atau Selasa (12/4). Namun dia membantah jenazah ditemukan dalam kondisi utuh.

“Jadi sebelum keluarganya datang, kita pun enggak berani megang-megang segala macam, nanti dikhawatirkan lain gitu. Jadi setelah diambil kesepakatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas turun baru diambil,” ujar Nur kepada kumparan, Selasa (19/4).

“Yasudah dimakamkan kembali ya memang kainnya saja yang utuh 20 tahun. Kalau (jasadnya) udah enggak ada lagi, tinggal tulang itu,” tambah Nur.

Nur menjelaskan, awal ditemukannya kain kafan itu bermula saat longsor terjadi di kuburan tersebut. Lalu warga datang mengerumuni. Namun dilarang oleh Nur mendekati jenazah lantaran belum diketahui pihak keluarga.

“Mereka (warga) tidak melihat ke dalam, hanya dari luar saja. Memang enggak ku kasih turun karena khawatir semakin longsor,” ujar Nur.

Dengan viralnya video itu, pihak keluarga jadi mengetahuinya dan mendatangi makam. Setelah itulah disepakati untuk kembali menguburkan jenazah itu kembali.

“Jadi kita ambil kesepakatan dengan Forkopimcamlah gitu kan, kita ambil kesimpulan, setelah kate kroscek cuma kainnya yang utuh, kalau tubuhnya tinggal tulang belulang itu,” ujar Nur.

Terkait peristiwa longsor tersebut, Nur telah meminta warga yang kuburan keluarganya di sisi TPU atau di area yang rawan longsor untuk memindahkannya.

“Memang yang di pinggir itu sudah dianjurkan keluarganya untuk dipindah, tapi ya mana tahu. Kalau kita melayat kita suruh itu kita pindahkan ke tengah (kuburan), itu aja,” tutup Nur.