Viral Kakak Adik Minta Bantuan: Ibunya Disekap dan Dipaksa Jadi PSK di Abu Dhabi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penyekapan. Foto: chalermphon_tiam/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyekapan. Foto: chalermphon_tiam/Shutterstock

Video kakak beradik meminta bantuan pemerintah dan Polri untuk memulangkan ibu mereka yang tengah bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja wanita (TKW) viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 1 menit 20 detik itu, kakak beradik yang mengaku warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengatakan ibu mereka diduga menjadi korban perdagangan orang.

Bahkan, pada narasi di salah satu unggahan akun Instagram @terasmudacianjur, ibu dari kedua anak tersebut diduga dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

"Ibu kami berangkat ke Dubai tahun 2022 yang diberangkatkan oleh sponsor Haji Rahmat, dengan itu Bapak Kapolri, Bapak Kapolda Jabar, Bapak Kapolres Cianjur, kami sudah membuat laporan ke Polres Cianjur melalui LBH Keadilan," ujar anak perempuan dalam cuplikan video.

Kedua bocah itu mengaku anak dari Suryana dan Ida.

Mereka mengatakan saat komunikasi terakhir, ibunya mengaku disekap oleh kelompok perdagangan orang dan dijadikan pelayan seks.

"Kami sudah tidak bisa menghubungi dan berkomunikasi, dan ibu kami meminta bantuan untuk dipulangkan," kata dia.

Di akhir video, anak perempuan itu meminta polisi memproses pihak sponsor yang telah memberangkatkan ibunya tersebut.

Sedangkan dalam narasi video itu, disebutkan bahwa TKW bernama Ida itu tak betah bekerja di majikannya dan kabur. Saat kabur inilah dia bertemu dengan kelompok yang menyuruhnya menjadi PSK.

Tanggapan Polisi

Kasat Reskrim Polres Cianjur Iptu Tono Listianto menanggapi video viral itu. Dia tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak tekait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) pada kasus itu.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, baik saksi korban dan dinas terkait, Disnaker, Imigrasi, juga sudah mohon bantuan ke KBRI untuk upaya pemulangan," kata Tono.

Jajarannya juga telah berkirim surat dan berkoordinasi dengan pihak Polda Jabar dan Mabes Polri.

"Saat ini dia (korban) ada di Timur Tengah, keberadaannya masih dilacak, ada di Abu Dhabi," ujar Tono.

Selain itu, Tono menambahkan telah melakukan profiling atau pemetaan terhadap keberadaan terduga pelaku untuk diringkus.

embed from external kumparan