Viral Kisah 6 Penyusup di Apartemen Margonda Residence Tepergok Pemilik Asli

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi apartemen Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apartemen Foto: Unsplash

Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan unggahan video yang menampilkan 6 laki-laki 'penyusup' di sebuah unit apartemen di Magonda Residence pada Selasa (7/7) lalu.

Pemilik unit apartemen tersebut adalah orang tua dari Aphrodita (26). Dia mengunggah bukti video penyusupan dan menceritakan kisahnya lewat media sosial Twitter pribadi @aphrodita_j, Kamis (9/7) dan viral.

"Pas orang tua gue buka pintu, mereka kaget karena posisi pintu ngga kekunci, dan ada suara-suara orang dari dalem. Diketok pintunya sama Ibu gue, nanya, 'Siapa itu di dalem? Kami pemilik apartemennya.' Hening. Ngga dijawab," tulis Aphrodita dalam unggahannya.

X post embed

Aphrodita dan kedua orang tuanya kaget bukan kepalang saat muncul 6 orang laki-laki tak dikenal dari dalam apartemen secara bergantian. Mereka kemudian kabur tanpa memberikan penjelasan apapun.

Menurutnya, unit apartemen tersebut seharusnya tidak berpenghuni sejak November 2019 lalu setelah selesai disewakan. Penyewa terakhir adalah kakak beradik, DGL dan RAS, yang diminta pindah karena tidak membayar uang sewa selama tiga bulan.

"Unit apartemen pernah disewakan kepada seorang mahasiswi DGL pada November 2018. DGL beralasan pindah ke Kalimantan sehingga yang menempati adalah adiknya RAS. Karena ada masalah dalam pembayaran dan tunggakan sewa 3 bulan maka oleh orang tua saya diminta untuk pindah dari apartemen sejak November 2019," ungkap Aphrodita kepada kumparan, (9/7).

Orang tua Aphrodita juga sudah mengganti kunci apartemen pada November 2019.

embed from external kumparan

Aphrodita dan orang tuanya juga jarang mengunjungi unit apartemen miliknya karena jarak yang jauh dari tempat tinggal mereka.

Sehingga otomatis unit tersebut tidak terlalu terurus. Setiap bulan, ayahnya hanya menerima tagihan air dan listrik untuk apartemennya dan selalu dibayarkan. Tanpa tahu ternyata unitnya tersebut berpenghuni.

Saat kejadian bersih-bersih dan memergoki 6 penyusup di unitnya, orang tua Aphrodita kemudian bertanya kepada tetangga di samping unitnya.

Tetangga apartemen memberi tahu bahwa kerap orang keluar-masuk unit apartemen yang seharusnya kosong dan terkunci, termasuk 6 orang laki-laki dalam video tersebut.

Suara ramai dan berisik juga sering terdengar dari unit apartemennya pada malam hari. Sedangkan satpam hanya mengkonfirmasi bahwa mereka mengenal DGL dan RAS.

Hingga kini, Aphrodita belum memiliki bukti siapa yang menyelundupkan 6 orang laki-laki seperti dalam video unggahannya. Namun hasil penyelidikan lewat aplikasi pencarian kontak, nama DGL dan RAS kerap dikaitkan sebagai penyewa apartemen, sehingga Aphrodita menduga penyewa sebelumnya yang menyewakan unit apartemen miliknya.

"Sampai saat ini belum ada kemauan dari orang tua saya untuk menempuh jalur hukum, dan lebih memilih untuk menjual saja unit apartemennya daripada disewakan lagi," kata Aphrodita.

****

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)