Viral Kisah Ibu Meninggal di Kontrakan dan Tinggalkan 3 Anak di Bekasi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Meninggal di kontrakan daerah Bekasi (Foto: Facebook/Yuni Rusmini)
zoom-in-whitePerbesar
Meninggal di kontrakan daerah Bekasi (Foto: Facebook/Yuni Rusmini)

Cerita tentang seorang ibu yang meninggal dunia di kontrakan di daerah Bekasi, Jawa Barat, dan meninggalkan 3 anaknya yang masih kecil viral di media sosial. Ibu tersebut juga tidak punya saudara di Bekasi.

Cerita ini dibagikan oleh pemilik akun Facebook Yuni Rusmini pada Senin, 17 Juli 2017. Dalam unggahan tersebut disertai sebuah foto seorang perempuan terbujur kaku. Dia mengenakan baju berwarna kuning dan rok merah. Di sampingnya ada 3 anak laki-laki , satu anak sedang duduk menatap ibunya, satu lagi sedang membaca doa dan anak yang paling kecil terlihat tidur di samping tubuh ibunya yang sudah tidak bernyawa.

"Ibu ini meninggal di kontrakan, meninggalkan anak 3. Mereka tidak mempunyai keluarga di Jabodetabek ini. Minta tolong kepada sahabat dan kerabat kalau ada yang kenal tolong di info ke no ini 0812807*** alamat Jalan Raya Kanggan, Gang Randu, Bekasi," tulis Yuni.

kumparan (kumparan.com) menghubungi nomor telepon tersebut dan dijawab oleh seorang perempuan bernama Sihombing yang merupakan tetangga dari ibu yang meninggal tersebut.

Sihombing mengatakan ibu yang meninggal itu adalah Boru Pakpahan. Dia baru dua bulan datang ke Bekasi bersama dengan 3 anaknya.

"Meninggalnya itu hari Jumat (14/7) malam, kita semalaman nunggu keluarga tapi nggak ada yang datang," ucap Sihombing, Rabu (19/7/2017).

Sihombing lalu berinisiatif untuk menyebarkan info dan foto ke grup di Facebook pada Sabtu pagi. Tak lama setelah foto tersebut diunggah, keluarga ibu tersebut yang berada di Medan datang ke Bekasi.

"Keluarga lihat hari Sabtu ke sini. Minggu pagi jenazahnya diterbangkan ke Medan," kata Sihombing.

"Ketiga anaknya juga sudah ketemu keluarga dan ikut dibawa ke Medan," tambahnya.

Menurut keterangan si anak, lanjut Sihombing, ibu mereka meninggal kerena sakit paru-paru. Sedangkan ayahnya sudah meninggal 7 tahun lalu. Mereka juga tidak tahu alasan ibunya datang ke Jakarta.

"Kurang tahu ke Jakarta mau ngapain, saya tanya anak-anak mereka kurang tahu. Namanya anak-anak mungkin nggak dibilangin sama ibunya," kata Sihombing.

Soal foto anak yang tengah tidur di samping jenazah, Sihombing mengatakan mungkin karena kelelahan menangis sehingga anak tersebut tertidur.

"Karena kecapaian nangis mungkin. Kita satu malam nungguin mereka di sana (kontrakan)," ujarnya.

Sihombing meminta agar informasi ini tidak disebarluaskan lagi karena masalahnya sudah selesai. Dia juga sudah menjelaskan dalam unggahannya di Facebook Minggu lalu bahwa jenazah sudah diambil keluarga.

Namun ternyata kabar ini masih menyebar luas di media sosial setelah diunggah ulang oleh akun FB Yuni Rusmini pada Senin, 17 Juli 2017. Akibat unggahan ulang ini Sihombing mendapat telepon dari orang-orang yang menanyakan kabar karena nomor telepon dia yang dicantumkan dalama keterangan foto di unggahan tersebut

"Kita juga sudah inbox Yuni kalau masalahnya sudah selesai. Jadi sudah beres semuanya yah," kata Sihombing.