Viral Kisah Mahasiswa Unair Jadi Predator Seksual Modus Riset Bungkus Kain Jarik

30 Juli 2020 15:27
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Viral Kisah Mahasiswa Unair Jadi Predator Seksual Modus Riset Bungkus Kain Jarik (30050)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelecehan seksual Foto: Nugroho Sejati/kumparan
ADVERTISEMENT
Netizen dihebohkan dengan kisah seorang mahasiswa yang disebut dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jatim, yang menjadi pelaku pemerkosaan dengan kedok riset bungkus kain batik (jarik) mirip pocong. Informasi itu diceritakan korban melalui akun media sosialnya hingga menjadi viral.
ADVERTISEMENT
Korban mengatakan, awalnya ia diajak pelaku yang mengaku sebagai mahasiswa Unair Angkatan 2015 untuk membantu penelitiannya dengan bungkus-membungkus. Pelaku menghubungi melalui Instagram hingga WhatsApp untuk berpartisipasi dalam riset skripsi tersebut.
Korban sudah curiga dengan riset itu. Ia mencoba meminta penjelasan soal penelitian itu. Akan tetapi, pelaku tidak secara tegas memberikan latar belakang dan durasi pengerjaan penelitian.
Melalui riwayat percakapannya di WhatsApp, pelaku mengaku sedang membuat riset tulisan yang berhubungan dengan prosa bergenre psikologi-thriller. Dengan jalan cerita, seorang remaja mendapati dirinya dalam keadaan dibungkus dan dibuat tertekan.
Lebih lanjut, pelaku ingin memperhatikan kondisi emosional seseorang dalam keadaan dibungkus. Untuk itu, ia butuh model untuk mengamati kondisi model tersebut yang nantinya dituangkan ke dalam tulisan.
ADVERTISEMENT
Pelaku memohon kepada korban dengan dalil ia tengah menempuh semester 10 dan ingin menyelesaikan skripsinya. Korban akhirnya bersedia mengikuti riset bungkus-membungkus itu. Bahkan korban juga mengajak temannya untuk berpartisipasi dalam penelitian itu.
Dalam video yang beredar, tubuh korban diikat dengan lakban berwarna hitam. Lalu, korban dibungkus dengan kain bermotif batik (jarik) mirip dengan pocong selama tiga jam. Terlihat tali rafia berwarna hitam dalam bungkusan itu.
Selain korban pertama, ada lagi cuitan pengguna Twitter yang mengaku menjadi korban mahasiswa Unair tersebut. Dia mengatakan pelaku melakukan modus yang sama dengan kedok riset tubuh dibungkus kain jarik dan diikat.
Korban yang berjenis kelamin laki-laki ini diajak ke kosan pelaku, lalu diminta untuk melepas seluruh pakaiannya. Setelah itu, tubuhnya ditutupi dengan kain dan diikat seperti pocong. Mulutnya juga dilakban.
ADVERTISEMENT
Setelah dibungkus hingga beberapa jam, korban mengaku sesak dan meminta agar ikatannya dibuka, namun ditolak pelaku. Korban mengaku tubuhnya diraba-raba hingga akhirnya terjadi peristiwa pelecehan seksual dan menimbulkan trauma hingga berbulan-bulan.
kumparan sudah mengontak via telepon dan Instagram terduga pelaku. Namun belum mendapat respons.
Terduga pelaku disebut mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Unair, angkatan tahun 2015 dan saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa aktif.

Respons Unair

Atas beredarnya kabar pelecehan seksual itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unair, Prof. Diah Ariani Arimbi, S.S., M.A., Ph.D mengatakan, Fakultas Ilmu Budaya belum pernah sama sekali mendapatkan laporan resmi terkait adanya tindak pidana pelecehan seksual tersebut.
Fakultas Ilmu Budaya juga segera merespons informasi terkait dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh yang bersangkutan tersebut untuk memastikan bahwa segala tindakan sivitas akademika yang bertentangan dengan etika berperilaku di kampus dan peraturan perundangan lainnya akan mendapatkan sanksi sebagaimana seharusnya.
ADVERTISEMENT
Pihak kampus juga sudah mencoba menghubungi mahasiswa yang bersangkutan. "Tetapi sampai pernyataan resmi ini disampaikan yang bersangkutan belum dapat dihubungi," ucap Diah dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Kamis (30/7).
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020