Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
30 Ramadhan 1446 HMinggu, 30 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Viral Kisah Penjual Es Tebu, Dagangan Ditawar Rp 500 Ribu dan Dapat Rumah Gratis
2 Agustus 2021 13:03 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Minggu (18/7) sore, Gita masih menunggu dagangannya di jalanan di Cikampek. Sepi pembeli karena PPKM. Pengendara hanya sedikit yang lalu lalang.
ADVERTISEMENT
Dari pagi hinga sore, ia baru menjual 14 gelas es tebu. Ia menunggu pelanggan sambil melamun. Hingga datanglah Mat Peci, pedagang handphone asal Cikampek.
Mat Peci dan kedua istrinya menawar es tebu yang dijual Rp 5 ribu dengan harga Rp 500 ribu. Gita pun terharu dengan jumlah tawaran itu. Ia menangis sesenggukan.
Video Gita menangis karena penawaran itu viral di media sosial. Konten itu diunggah oleh Mat Peci di Instagramnya. "Aku iseng. Ternyata viral ke mana-mana," ujar Mat Peci kepada kumparan, Senin (2/8).
Mat Peci mengatakan ia bertemu Gita saat dalam perjalanan bersama dua orang istrinya. Ia haus kemudian ingin mencari minimarket untuk membeli minuman.
Hanya saja, ia melihat penjual es tebu yang melamun menunggu pembeli. Hingga akhirnya ia meminta sopirnya untuk putar balik dan menemui Gita.
ADVERTISEMENT
"Aku bilang sama istri. Jangan ngasih. Tapi harus beli menghargai jualannya. Tapi gimana caranya? [Kedua] istri aku punya ide nawar dengan harga tinggi," imbuhnya.
Skenario itu dijalankan sesuai rencana. Kedua istri Mat Peci bersahut-sahutan menawar dengan harga yang lebih tinggi. Hingga akhirnya Mat Peci membeli dengan harga Rp 500 ribu.
Karena video itu, seorang rekannya meminta bantuan untuk memberikan donasi rumah ke Gita. Rumah itu hanya berjarak sekitar 15 meter dari kediamannya.
Saat menemui Gita, Mat Peci melihat 11 anggota keluarga yang tinggal bersama. Anggota keluarga itu terdiri dari kedua orang tuanya, anak kakaknya, dan anggota lain. Termasuk dua orang anak Gita dan suaminya.
"Aku upload [kondisi rumah]. Banyak yang mau nyumbang. Banyak banget yang maksa. Aku pakai batas waktu akhirnya," terangnya.
ADVERTISEMENT
Dalam penggalangan itu, terkumpul sekitar Rp 150 juta. Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli rumah - termasuk renovasi dan bea ganti nama.
Ia mengatakan yang memberikan sumbangan kebanyakan orang menengah ke bawah. Sebab, kata dia, jarang yang memberikan donasi Rp 1 juta.
"Baca DM, saya tukang gorengan, ojek, penjual nasi uduk. Nyumbang Rp 10 ribu, Rp 30 ribu. Yang Rp 100 ada," ungkapnya.
Gita gemetaran menerima sertifikat rumahnya. Bahkan, ia sempat menolak pemberian itu. "Masih banyak anak yatim Pak," ujar Mat Peci menirukan Gita.
"Setelah aku bujuk, nah udah gitu sujud syukur aku ajak masuk, nangis gemetaran. Terharu," tambah Mat Peci.
Bahkan, Gita menolak untuk diberikan handphone oleh Mat Peci. Alasannya tetap sama, kata Gita, masih banyak orang yang membutuhkan ketimbang dirinya.
ADVERTISEMENT
"Hebatnya Ibu Gita, pas dapet Rp 500 ribu (waktu awal itu) dari aku, itu yang Rp 100 ribu dibagi ke anak yatim, anak-anak dapet Rp 5 ribu, Rp 10 ribu. Rp 200 ribu dikasih ke orang tuanya," pungkasnya.