Viral Kisah Polisi Hilang saat Tsunami Aceh 2004, Kini Diduga Ditemukan di RSJ

17 Maret 2021 19:34 WIB
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Polisi bernama Asep yang dinyatakan hilang dalam peristiwa tsunami Aceh 24 Desember 2004 diduga ditemukan di rumah sakit jiwa . Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polisi bernama Asep yang dinyatakan hilang dalam peristiwa tsunami Aceh 24 Desember 2004 diduga ditemukan di rumah sakit jiwa . Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Seorang polisi bernama Asep yang dinyatakan hilang dalam musibah tsunami Aceh 2004 silam, kini diduga ditemukan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh. Kabar tersebut ramai diperbincangkan netizen di media sosial.
ADVERTISEMENT
Pada 2004, Asep ditugaskan sebagai Poskotis Brimob Peukan Bada, Banda Aceh. Ia bertanggung jawab untuk menjaga posko pengamanan. Kala itu, ia berpangkat Ajun Brigadir Polisi (Abrib).
Posko pengamanan tempat Asep bertugas hancur karena terpaan gelombang tsunami. Asep pun dilaporkan hilang.
Terkait kabar ditemukannya Asep di RSJ Aceh, Wakil Direktur Pelayanan rumah sakit tersebut, Syarifah Yessi Hedianti, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan. Meski begitu, pihak kepolisian telah mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
"Tapi apakah dia polisi yang dulu korban tsunami saya belum bisa pastikan, biar besok disampaikan oleh Pak direktur saja. Karena belum dilakukan pemeriksaan,” kata Syarifah, Rabu (17/3).
Polisi bernama Asep yang dinyatakan hilang dalam peristiwa tsunami Aceh 24 Desember 2004 diduga ditemukan di rumah sakit jiwa . Foto: Dok. Istimewa
Ia menambahkan, pasien yang mirip dengan Asep itu kondisinya stabil. Rencananya, pasien tersebut akan dilakukan pemeriksaan pada Kamis (18/3). "Jadi tidak bisa kita komunikasi karena tadi mungkin tiba-tiba semua melihat kondisinya,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Pasien tersebut tinggal di RSJ Aceh sejak 2009. Ia dibawa oleh Kepala Desa dari Sampoinet, Aceh Jaya. Meski begitu, kepala desa tersebut telah meninggal dunia.
"Besok mau periksa kondisinya bagaimana, kemudian apakah cocok DNA-nya atau identifikasinya besok kita baru melihat. Karena menunggu pasien stabil dulu,” pungkasnya.