Viral Mobil Jokowi Nyangkut di Lampung, Istana: karena Berlubang Jalan Pelan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil yang ditumpangi Presiden Jokowi melintasi jalan rusak di Jalan Ryacudu Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (5/5/2023). Foto: Dok. Agus Suparto
zoom-in-whitePerbesar
Mobil yang ditumpangi Presiden Jokowi melintasi jalan rusak di Jalan Ryacudu Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (5/5/2023). Foto: Dok. Agus Suparto

Presiden Jokowi hari ini meninjau infrastruktur jalan di Lampung. Ruas jalan yang dilihat Jokowi adalah Jalan Terusan Ryacudu, Kabupaten Lampung Selatan.

Kondisi jalan di sana memang cukup memprihatinkan. Jalannya penuh lubang dan tergenang air.

Jokowi menggunakan mobil sedan saat meninjau jalan. Namun, viral video mobil yang ditumpangi Jokowi tersangkut.

Dalam video yang beredar, terlihat mobil yang ditumpangi Jokowi berhenti sejenak. Tak lama kemudian, mobil kembali melanjutkan perjalanannya.

X post embed

Deputi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengatakan mobil yang ditumpangi Jokowi tidak nyangkut.

"Tidak nyangkut sama sekali," kata Bey kepada wartawan, Jumat (5/5).

Bey menyebut, mobil Jokowi saat itu berjalan sangat pelan karena kondisi jalan yang berlubang.

"Enggak [nyangkut]. Itu karena berlubang jadi [jalan] pelan-pelan," pungkasnya.

Mobil yang ditumpangi Presiden Jokowi melintasi jalan rusak di Jalan Ryacudu Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (5/5/2023). Foto: Dok. Agus Suparto

Kondisi jalan di Lampung menjadi sorotan usai TikToker Bima Yudho Saputro mengungkapkan kritiknya lewat konten TikTok. Ia menyebut kondisi jalan di Lampung buruk, infrastruktur yang jauh dari memadai, serta sejumlah proyek yang dia sebut mangkrak.

Usai viral, keluarga Bima di Lampung Timur malah didatangi polisi dan mendapat intimidasi dari Gubernur Lampung. Sempat dilaporkan ke polisi, tapi kasus sudah dihentikan karena tak ada unsur pidana.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga mengakui tinjauan karena video Bima yang viral.

"Gara-gara medsos ramai. Beliau akan cek kebenaran dari policy kebijakan dari pemerintah daerah," kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/5).