Viral Pelecehan Seksual Modus Konten Prank Boneka di Surabaya, Polisi Selidiki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pelecehan Foto: Patricia Hikari/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelecehan Foto: Patricia Hikari/Shutterstock

Aksi dugaan pelecehan seksual terjadi di Kota Surabaya. Modusnya dengan mengajak membuat konten prank boneka di Jalan Tunjungan, Surabaya. Kasus ini kemudian viral setelah salah satu korban menceritakan yang dialaminya di sosial media Threads.

Terkait kejadian ini, Kasatres PPA dan PPO Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, mengatakan pihaknya akan mendalami kasus tersebut.

"Kami cek lagi," kata Melatisari, Selasa (22/9).

Ia juga mengimbau warga untuk berhati-hati saat berada di ruang publik dan melapor ke petugas jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Lebih jaga diri dan lingkungan sekitar serta tingkatkan kewaspadaan terhadap setiap bentuk perilaku yang mengarah pada kekerasan atau pelecehan seksual. Laporkan jika mengetahui hal tersebut," ujarnya.

Salah satu korban berinisial AS menceritakan, awalnya ia dan temannya sedang jalan-jalan di Jalan Tunjungan pada tanggal 5 Agustus 2026 malam. Kemudian, ia dihampiri oleh dua pria untuk mengajak membuat konten video singkat.

“Mereka bilang ‘Halo Kak, mau masuk konten nggak? Cuma take video 20 detik aja, paling lama. Kontennya sama boneka, nanti kita tos terus aku kasih boneka ke kakak’," kata AS saat dikonfirmasi, Selasa (22/9).

Ketika itu, AS menolak tawaran itu. Namun, temannya merasa tidak enak hati dan akhirnya menerima ajakan tersebut. AS yang berusaha mencoba mencegah temannya malah ikut ditarik ke dalam frame kamera.

AS lalu diinstruksikan oleh sekelompok pria tersebut selama proses pembuatan konten. Dalam instruksinya, AS dan temannya diberi boneka yang diduga tak senonoh dan diminta untuk memegang ekornya.

“Tos-tosan, ngasih boneka, disuruh lihat ekor bonekanya, disuruh pegang ekornya, ketawa-ketawa dan saling lempar satu sama lain,” ungkapnya.

AS kemudian menceritakan pengalaman tak mengenakkan itu di akun Threads-nya. Pembuat konten sempat menyampaikan permintaan maaf kepada korban serta membuat video maaf di akun YouTube.

“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang pernah saya ajak bikin konten boneka di Jalan Tunjungan Surabaya. Dengan penuh kesadaran, saya mengakui bahwa konten tersebut membuat sebagian orang tidak nyaman. Saya benar-benar meminta maaf atas segala ketidaknyamanan yang terjadi. Saya berjanji tidak akan mengulangi konten seperti itu lagi. Ke depannya semoga ini menjadi pembelajaran bagi saya untuk lebih menghargai dan menjaga perasaan orang lain. Sekali lagi, saya memohon maaf kepada semua,” ungkap pembuat konten di akun YouTube @takimofficial08.